Penelitian Korelasional: Pengertian dan Contohnya

Penelitian korelasional merupakan salah satu jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang berupaya mendeteksi ada atau tidaknya korelasi antarvariabel. Jenis penelitian ini menggunakan analisis statistik untuk mengetahui korelasi antarvariabel.

Untuk memahami jenis penelitian ini lebih detail, kita harus tau apa itu korelasi dalam statistik. Kita bisa mulai dengan membedakannya dari istilah lain, misalnya kausalitas. Karena sering kali, keasalahpahaman terjadi dalam membedakan antara penelitian korelasional dan kausalitas.

Baca juga: Jenis Penelitian dan Contohnya

Apa itu penelitian korelasional?

Kita pahami dulu definisi korelasi. Dalam penelitian statistik, kita mengenal variabel. Misalnya, kita mau meneliti tentang tingkat korupsi di kepolisian.

Kita bertanya dengan rasa penasaran apakah korupsi di kepolisian semakin tinggi ketika jumlah anggota kepolisian atau pensiunan polisi yang masuk partai politik semakin banyak. Ada dua variabel disini, yaitu tingkat korupsi dan jumlah polisi.

Korelasional menunjukkan bahwa peningkatan atau penurunan di satu variabel sejalan dengan peningkatan atau penurunan di variabel yang lain. Singkatnya, kita contohkan seperti ini; ketika jumlah polisi masuk parpol makin banyak (naik), tingkat korupsi di kepolisian juga ikut naik.

Artinya ada korelasi antara kedua variabel tersebut. Penelitian korelasional merupakan jenis penelitian yang diterapkan untuk melihat apakah ada korelasi antarvariabel.

Sebenarnya tidak hanya itu, penelitian ini juga menilai apakah korelasi antarvariabel signifikan secara statistik atau tidak. Seperti apa contohnya?

Contoh penelitian korelasional

Kita sudah membahas contohnya sekilas mengenai korupsi di kepolisian. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, kita sering disuguhkan korelasi antar variabel.

Ketika seseorang menghimbau untuk memakai masker saat naik motor demi mengurangi menghirup debu, maka itu menunjukkan adanya korelasi antar kedua variabel, yaitu pakai masker dan mengantisipasi debu.

Ketika kita mendengar ada anjuran untuk rajin mencuci tangan supaya tetap sehat. Maka hal itu menunjukkan ada korelasi antara cuci tangan dengan kesehatan.

Beberapa contoh penelitian korelasional di bidang ilmu sosial juga jumlahnya tak terhitung. Contohnya, makin tinggi tingkat kesenjangan sosial di suatu kota, makin tinggi jumlah kasus kriminalitasnya.

Hal itu menunjukkan adanya korelasi antara varibel tingkat kesenjangan dengan variabel jumlah kriminalitas.

 

Baca juga: Pengertian Variabel Penelitian

Perlu dicatat di sini bahwa penelitian korelasional tidak menunjukkan mengapa dan bagaimana suatu fenomena sosial terjadi. Misalnya, mengapa korupsi di kepolisian naik ketika makin banyak anggota polisi atau pensiunan polisi masuk ke dalam parpol.

Bagaimana hal itu bisa terjadi juga tidak bisa dijelaskan oleh penelitian korelasional. Namun demikian penelitian ini mampu menunjukkan bahwa korelasi itu ada. Artinya ada hubungan, ada keterkaitan.

Untuk mengetahui bagaimana dan mengapa-nya, kita perlu penelitian lanjutan. Salah satu jenis penelitian yang berusaha menjawab pertanyaan mengapa adalah penelitian kausalitas.

Kita sudah membahas sedikit di atas tentang penelitian kausalitas yang boleh dibilang selangkah lebih maju ketimbang korelasional.

Dalam ilmu sosial, menentukan sebab-akibat suatu fenomena sosial tidaklah sederhana. Sebab, variabel dalam ilmu sosial sangat beragam dan kompleks. Bisa jadi kita manggunakan variabel yang banyak, namu satu saja luput bisa mengacaukan hasilnya.

Penelitian korelasional mampu menunjukkan ada atau tidaknya korelasi. Jenis penelitian ini penting diterapkan untuk mendudukkan suatu perkara. Misalnya, kita mau menyelesaikan isu korupsi di lembaga penegak hukum seperti kepolisian.

Kita mulai dengan membaca trennya, kapan jumlah kasus korupsi meningkat, kapan menurun. Tren itu melibatkan suatu periode waktu tertentu. Beberapa variable tentu saja bisa kita libatkan. Tidak hanya jumlah polisi yang masuk kabinet, tetapi bisa juga jumlah hutang luar negeri, jumlah anggaran di kepolisian, dan semacamnya.

Artinya, penelitian korelasional berupaya menunjukkan apakah korelasi antarvariabel yang digunakan eksis atau tidak.