Literature Review: Cara Menulis, Tujuan, Manfaat

Literature review (kajian pustaka) merupakan salah satu elemen kunci dalam penulisan proposal dan laporan penelitian akademik. Skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian lainnya harus memuat literature review. Mengapa?

Di artikel ini kita akan membahas mengapa literature review sangat penting dan bagaimana menulisnya. Artikel ini saya tulis karena sering kali mahasiswa salah paham tentang bagaimana menulis kajian pustaka.

Kesalahan tersebut berakibat fatal karena mempengaruhi proses penelitian sampai laporan penelitian jadi salah arah. Tujuan kajian pustaka perlu dipahami agar penelitian yang dilakukan, entah skripsi atau bahkan tesis tidak salah arah.

Baca juga: Kerangka Proposal Penelitian

Mengapa perlu mereview literatur?

Tujuannya adalah peneliti atau penulis mengetahui bagaimana risetnya akan memberi kontribusi keilmuan pada topik atau isu yang diteliti. Tujuan ini tidak mungkin bisa tercapai jika penulis belum pernah tau apa yang dibahas dalam penelitian-penelitian di isu terkait yang pernah dilakukan sebelumnya.

Oleh karena itu, penulis perlu membaca studi-studi terdahulu. Bacaan tersebut kemudian direview. Perlu diingat di sini, mereview tidak sekadar meringkas. Lebih dari itu, memberikan pandangan kritis pada studi-studi terdahulu.

Sekali lagi, kita mereview literatur untuk mengetahui bagaimana penelitian kita memberi kontribusi keilmuan nantinya.

Selain tujuan pamungkas tersebut. Literature review juga membantu peneliti dalam beberapa hal. Salah satunya, peneliti mengetahui apa yang sudah pernah dibahas dalam isu tersebut.

Misalnya, kita mau penelitian tentang transformasi sosial masyarakat Jawa di Kediri. Kita melihat bahwa Kediri dalam sejarahnya adalah pusat kerajaan Hindu. Islamisasi terjadi selama berabad-abad sampai sekarang. Bagaimana perubahan itu terjadi tidak bisa kita ketahui bila kita tidak membaca literatur yang membahas topik serupa.

Oleh karena itu, kita browsing cari ebooknya Cliffort Geertz tentang The Religion of Java. Kita juga cari bukunya Dennis Lombart tentang Nusa Jawa. Keduanya kita baca, kita review dan tulis dalam kajian pustaka.

Selain itu ada jurnal-jurnal akademik yang membahas tentang sejarah kerajaan Kediri dan masayarakat kontemporer Kediri. Kita libatkan dalam penulisan kajian pustaka.

Dengan demikian, ketika akan melakukan penelitian tentang Transformasi Sosial di Kediri, kita tau apa saja yang sudah diketahui tentang topik itu oleh orang lain. Geertz, Lombart dan lainnya memberi tau kita apa yang sudah mereka ketahui.

Bagaimana menulis literature review?

Banyak tips soal ini. Tetapi saya rangkum menjadi dua langkah saja. Pertama, membuat rangkuman. Kedua, membuat evaluasi kritis.

Membuat rangkuman atau ringkasan sama seperti ringkasan pada umumnya. Pastikan kamu tau nama penulisnya. Aspek teknis ini penting karena dapat menuntun kamu untuk berimajinasi bahwa kamu tidak sendirian dalam melakukan riset tentang isu tersebut, tetapi ada peneliti lain yang kamu tau siapa namanya.

Setalah itu, baru substansinya. Apa yang menjadi fokus itu penelitiannya, teori dan metode apa yang diaplikasikannya, dan bagaimana dengan hasil atau temuannya? Prinsipnya, kamu bisa menjelaskan ketika ditanya literatur yang kamu review itu membahas tentang apa, bagaimana cara penelitiannya, dan hasilnya apa.

Literature review tidak sekadar rangkuman, tentu aja. Sering kali mahasiswa salah pahamnya di sini. Mereview artinya selangkah lebih maju dari sekadar merangkum. Penulis diharapkan untuk menulis secara kritis.

Artinya, penulis ‘menilai’ atau ‘mengevaluasi’ substansi penelitian serupa yang dilakukan sebelumnya tersebut. Tetapi proses penilaian atau evaluasi ini juga tidak diharapkan terlalu kritis, dalam arti membongkar kelemahan dan kekurangannya.

Ingat bahwa posisi kamu adalah peneliti baru di topik tersebut, bukan evaluator yang menentukan bahwa penelitian yang sudah dilakukan layak publikasi atau tidak. Karena kamu peneliti baru, maka kamu perlu membaca apa yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Baca juga: Contoh Kajian Pustaka

Tidak perlu terlalu jauh melakukan kritik. Kamu cukup melihat batasan penelitian yang kamu review, sehingga kamu bisa petakan dimana kontribusi penelitian yang akan kamu lakukan.