Integrasi Nasional: Pengertian, Jenis, Tujuan, Contoh

Integrasi nasional makin sering dibicarakan akhir-akhir ini. Bisa jadi alasannya adalah sebagai sebuah bangsa, kita tengah mengalami gejolak yang mengancam keutuhan dan persatuan nasional.

Kondisi seperti ini menandai makin perlunya kita memahami tidak saja apa itu integrasi nasional, tetapi juga mengapa kita berlu berintegrasi sebagai sebuah bangsa. Artikel ini akan secara ringkas menjelaskan definisi integrasi nasional, jenis-jenisnya dan tujuannya.

Seperti pada banyak artikel lainnya di blog ini, saya berupaya melengkapinya dengan beberapa contoh supaya mudah dipahami oleh pembaca. Kita mulai dari pengertiannya dulu.

Pengertian integrasi nasional

Kita bisa pahami pengertian ini sebagai suatu keutuhan menyeluruh sebuah bangsa. Bangsa yang utuh sebagai satu kesatuan yang didalamnya ada beraneka ragam atau kemajemukan adalah bangsa yang terintegrasi.

Jadi, pengertiannya adalah proses menciptakan bangsa yang satu dalam keragaman. Kita hidup di Indonesia dibawah kemajemukan. Tidak hanya ras, agama, etnisitas dan bahasa yang majemuk, melainkan juga preferensi politik, seni, budaya, nasib dan sebagainya.

Perbedaan itu keniscayaan. Tetapi kita perlu berintegrasi satu sama lain agar dapat hidup dalam satu kesatuan, satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, integrasi sangat penting.

Dimana pentingnya? Salah satunya dalam membentuk identitas bersama, yaitu identitas sebagai bangsa Indonesia. Integrasi ini merupakan upaya membangun identitas nasional.



Identitas Nasional: Pengertian dan Contohnya

Sampai disini, kita sudah mendapatkan beberapa kata kuncinya, yaitu persatuan, keutuhan, identitas dan bangsa.

Jenis-jenis integrasi nasional

Terdapat beberap jenis yang sering disampaikan di ruang kelas. Perbedaan jenis ini hanya untuk menurunkan beragam bentuknya. Nantinya kita bisa membangun integrasi ini secara lebih konkret. Beberapa jenis yang dimaksud diantaranya sebagai berikut:

Integrasi bangsa

Yaitu proses penyatuan sosial dan budaya yang merepresentasikan identitas nasional. Sebagai contoh, batik adalah budaya tak benda yang menjadi identitas bersama bangsa Indonesia. Kamu bisa saja di lahirkan di kampung yang tidak kenal batik atau tak punya tradisi membatik. Tetapi selama kamu lahir dan menjadi warga Indonesia, batik bisa menjadi bagian dari identitasmu sebagai warga negara.

Integrasi wilayah

Yaitu proses penyatuan territorial atau geografis dengan batas-batas yang konkret dan spesifik. Misalnya, wilayah perairan Natuna yang masuk wilayah Indonesia dan mendapat pengakuan dari PBB, maka, terjadi integrasi wilayah Natuna dan Indonesia.

Integrasi nilai

Yaitu proses pencapaian konsensus atau kesepakatan bersama di masyarakat tentang mana yang baik dan yang buruk baik melalui musyawarah atau terbentuk sendiri oleh sejarah. Misalnya, anak muda yang lama tinggal di Eropa, datang ke Indonesia untuk menetap. Ia tak pernah menunduk jika jalan di depan orang tua. Tetapi kemudian ia menunduk setelah sadar di kampung barunya di Indonesia, menunduk itu adalah suatu kebaikan. Ia mengintegrasikan dirinya dengan nilai yang sudah disepakati masyarakat di tempat tinggalnya.

Integrasi elit-massa

Yaitu, penyatuan kesepahaman kepentingan antara pemerintah dan rakyat. Ini sering kali sulit dicari contohnya. Tapi kira-kira ketika pejabat publik diminta mundur oleh masyarakatnya, ia mundur, maka terjadi integrasi elit-massa dimana kepentingan elit terintegrasi dengan kepentingan massa. Aspirasi politik masyarakat untuk menurunkan harga minyak misalnya, menuntut upaya pemerintah untuk mengakomodirnya sehingga tercipta integrasi kepentingan pemerintah-rakyat.

Integrasi tingkah laku

Yaitu perlaku sosial yang dilakukan dengan pertimbangan agar diterima oleh masyarakat. Misalnya, kita hidup di negara yang warganya nggak bisa ngantri. Tiba-tiba kita datang ke negara yang orangnya bisa ngantri. Kita jadi ikut ngantri dengan rapi dan tidak menyela. Tingkah laku kita adalah bentuk integrasi tingkah laku. Sopir angkot ugal-ugalan di Bandung, ketika nyupir di Australia jadi patuh lalu lintas. Itu juga contoh integrasi tingkah laku.



Integrasi Sosial: Pengertian dan Contohnya

Tujuan integrasi nasional

Sebagaimana disinggung di awal, integrasi sangat penting bagi sebuah bangsa. Untuk mengetahui alasannya, kita perlu mengulas singkat di bagian ini. Diantaranya sebagai berikut:

Membangun persatuan dan kesatuan

Tanpa upaya integrasi, tidak ada kesatuan. Terutama di negara yang memiliki tingkat diferensiasi sosial amat tinggi seperti Indonesia. Bahasa kita yang berbeda-beda perlu diintegrasikan, dengan pengakuan perbedaan bahasa dan membentuk bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Menguatkan identitas nasional

Identitas yang sudah dimiliki bersama, tidak menutup kemungkinan luntur kembali. Integrasi nasional mampu menjadi perekat identitas bersama dan bahkan memperkuatnya. Misalnya, rendang bukan makanan khas Jawa, tetapi orang Jawa boleh membanggakan rendang sebagai makanan khas negaranya karena ada yang namanya integrasi nasional.

Membangun kedaulatan bangsa

Integrasi sebagai sebuah bangsa yang utuh merupakan fondasi menciptakan bangsa yang berdaulat. Kita bisa menjadi bangsa yang berdaulat pangan, jika bangsa ini dikelola secara serius. Misal, wilayah penghasil pangan memasok kebutuhan pangan nasional, tidak beroriantasi memproduksi yang lain. Wilayah penghasil bumi lain memasok bagiannya. Maka, sebuah bangsa akan mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Kalupun impor hanya pritilannya saja.