Contoh Populasi dan Sampel

Contoh populasi dan sampel yang akan dipaparkan di blog ini ditulis secara singkat. Istilah populasi dan sampel identik dengan statistik atau bisa dikatakan juga lebih familiar dalam riset kuantitatif. Populasi dan sampel merupakan subjek penelitian, bisa manusia atau apapun yang berada dibawah observasi kuantitatif.

Populasi bisa besar, bisa juga kecil. Tentu saja, ukuran sampel lebih kecil dibanding populasi. Sampai di sini, kita sudah mengetahui persamaan sekaligus perbedaan antara populasi dan sampel. Lalu seperti apa contohnya?

Metode Penelitian: Contoh dan Jenisnya

Contoh populasi

Saya berikan contoh populasi melalui ilustrasi riset atau penelitian. Misalnya, kamu melalukan penelitian tentang rata-rata berat badan perempuan dibawah 25 tahun yang hobi makan di McD. Perempuan usia di bawah 25 tahun yang hobi makan di McD adalah subjek penelitianmu. Maka, populasinya adalah semua perempuan di bawah 25 tahun yang suka makan di McD.

Berapa jumlahnya? Tidak ada angka yang pasti. Saya juga yakin tidak ada yang pernah mencatatnya. Tetapi kita sebagai peneliti bisa bayangkan bahwa semua orang yang masuk kriteria itu adalah populasi. Lagi-lagi, dalam penelitian sosial, hampir pasti mustahil peneliti melibatkan semua populasi dalam proses penelitian.

Problem ini makin terlihat jelas jika ukuran populasinya besar. Biasanya, makin umum kriteria, makin besar ukuran populasinya. Coba kita spesifikkan lagi kriterianya. Kamu melakukan penelitian tentang perempuan urban berusia di 20-25 tahun yang hobi makan di McD sendirian. Sekarang kriterianya makin spesifik, maka populasinya akan lebih kecil.

Persoalan yang timbul pada populasi, umumnya adalah ukurannya yang terlalu besar. Perihal ini, tak jarang peneliti menggeser fokus perhatiannya pada subpopulasi. Subpopulasi lebih spesifik ketimbang populasi.

Contoh lain, adalah penelitian tentang peserta senam Zumba di Sanggar Batita. Populasinya adalah seluruh peserta senam Zumba di sanggar tersebut. Jumlahnya seberapa banyak? Kamu bisa tanyakan pada pengelola senam Zumba atau mungkin instrukturnya yang menghitung total pesertanya.

Subpopulasi adalah subjek penelitian yang lebih spesifik. Misal, peserta senam Zumba di sanggar tersebut yang laki-laki. Di sini kita melihat subpopulasi ditentukan berdasarkan gender peserta Zumba. Bagaimana dengan sampel?

Contoh sampel

Saya berikan ilustrasi lagi agar pencarian informasi tentang contoh populasi dan sampel yang diharapkan pembaca bisa tercapai. Contoh populasi dan sampel sebenarnya sederhana. Kita rujuk pada apa yang disampaikan sebelumnya bahwa karena melibatkan seluruh populasi dalam riset hampir mustahil, maka peneliti perlu menentukan sampelnya.

Contohnya sama, yaitu kamu penelitian tentang motivasi peserta senam Zumba di Sanggar Batita. Anggap saja, pengelola sanggar memeberikan daftar peserta senam yang berjumlah total 100 orang. Kamu akan melakukan survey dan wawancara mendalam untuk mengetahui motivasi mereka ikut senam Zumba dan mengapa sanggar itu yang dipilih.

Survey dan wawancara dengan 100 orang akan sangat memakan waktu dan biaya, belum lagi peneliti akan kesulitan kalo ada yang menolak. Oleh karena itu, beberapa orang saja yang diambil sebagai sampel. Sampel yang diambil harus merepresentasikan populasi tertutama dalam metode survey. Bagaimana supaya sampelnya representatif?

Metode Sampling: Jenis & Contohnya

Supaya representatif, teknik sampling harus diterapkan secara tepat. Misal, kamu menerapkan random sampling terhadap 50 orang. Maka kamu buat daftar seluruh peserta, lalu lakukan pemilihan secara acak sampai mendapatkan 50 nama. Ke-50 nama yang keluar itulah yang akan kamu survey dan wawancara mendalam.

Sampai sini cukup jelas bahwa jumlah sampel selalu lebih sedikit ketimbang populasi. Sekali lagi, tidak menjadi soal berapa jumlah sampelnya. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan sampelnya. Metode sampel apa yang musti diterapkan. Contoh populasi dan sampel yang dipaparkan di atas semoga dapat membantu kamu menentukan populasi dan sample dalam penelitianmu.