Contoh Kerangka Berpikir dalam Penelitian

Contoh kerangka berpikir yang di bahas di sini disampaikan melalui ilustrasi supaya mudah dipahami pembaca bagaimana membuat kerangka berpikir. Sebelum sampai ke sana, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu kerangka berpikir.

Secara singkat, kerangka berpikir merupakan panduan logis yang akan diterapkan oleh peneliti dalam proses penelitiannya. Proses penelitian ini mencakup permasalahan yang akan diteliti, dianalisis dan disimpulkan menjadi temuan penelitian.

Mengapa perlu kerangka berpikir?

Kerangka berpikir mampu menunjukkan apa saja variabel yang akan dilibatkan dalam studi. Variabel yang muncul dalam kerangka berpikir disampaikan secara eksplisit sehingga reviewer atau pembaca mudah memahami bagaimana problem yang akan diteliti layak untuk diteliti dan ke arah mana penelitiannya akan dilakukan.

Variabel Bebas dan Terikat

Kerangka berpikir juga mampu membantu peneliti memberikan semacam panduan untuk analisis data. Dengan adanya kerangka berpikir, proses penelitian terjaga dari kemungkinan kompleksitas isu yang menyesatkan arah penelitian.

Kerangka berpikir sangat lumrah muncul di proposal riset, terutama riset yang deskriptif dan eksperimental dengan desain kuantitatif. Namun demikian bukan berarti riset kualitaf tidak relevan, tergantung pada perlu atau tidaknya peneliti dan reviewer atau pembaca memerlukan panduan berpikir.

Supaya mudah memahami apa itu kerangka berpikir dan bagaimana membuatnya, kita langsung membahas melalui ilustrasi contoh:

Contoh kerangka berpikir

Anggap saja kamu akan melakukan penelitian tentang membangun solidaritas sosial di tengah wabah kung flu. Wabah ini menjadi persoalan masyarakat di suatu kota karena telah banyak yang menjadi korban. Penularan wabah ini berlangsung lewat udara dan bakteri melalui tangan bila menyentuh benda yang terkontaminasi kung flu.

Problemnya saat ini adalah, pemerintah kota tidak punya pengalaman menangani wabah. Bahkan awalnya meremehkan kotanya akan streril dari wabah sampai jumlah korban di kota itu mulai berjatuhan.

Di saat pemerintah lepas tangan, masyarakat yang sadar membentuk komunitas untuk meminimalisir resiko peningkatan jumlah korban, bahkan menghentikan penyebaran wabah. Oleh karena itu, diperlukan upaya membangun solidaritas sosial dalam rangka memenagkan perang melawan wabah.

Maka kerangka berpikir yang bisa kamu buat di proposal adalah seperti ini:

Kerangka berpikir di atas dibuat sederhana mungkin supaya kamu bisa latihan membuatnya sendiri. Dari contoh kerangka berpikir di atas, pembaca proposal dan tentu saja peneliti memiliki panduan terkait fokus isu yang sedang dikaji.

Pertama, masalah penelitiannya jelas di situ, yaitu adanya penularan wabah yang mengancam nyawa, namun pemerintah kota lepas tangan. Oleh karena itu, peneliti melihat apa yang perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini, yaitu melihat bagaimana aktor lain senyatanya merespons.

Tidak sampai di situ, peneliti juga berpikir bagaimana semestinya peran yang bisa dimainkan oleh aktor alternatif. Aktor alternatif yang dimaksud di sini ada non pemerintah. Fokus peneliti adalah melihat sejauh mana solidaritas sosial dibangun oleh aktor non pemerintah dalam upaya menyelesaikan persoalan wabah.

Pada aspek solidaritas sosial, peneliti fokus pada dua elemen utama, yaitu kesadaran menciptakan solidaritas dan peran aktual yang bisa dimainkan. Dengan contoh kerangka berpikir tersebut pembaca proposal mudah memahami kemana arah analisis yang diusulkan peneliti di proposal.

Metode Penelitian: Jenis dan Contohnya

Tentu saja, kerangka berpikir di atas bisa dibuat lebih kompleks lagi. Misalnya, kamu bisa detailkan dua elemen solidaritas sosial yang akan dibahas. Prinsipnya adalah, kerangka tersebut menjadi panduan peneliti untuk berpikir mengenai penelitiannya.

Perlu diingat bahwa kerangka berpikir dalam proposal penelitian bersumber dari peneliti itu sendiri. Dengan kata lain, kerangka perpikir tidak merujuk pada literatur atau referensi lain. Kerangka berpikir bukanlah kutipan dari kerangka berpikir yang pernah dibuat sebelumnya.