Contoh Kelompok Sosial

Contoh kelompok sosial yang dibahas disini diambil dari contoh-contoh di sekitar kita. Kelompok sosial memiliki definisi yang luas. Keluarga dan pertemanan adalah kelompok sosial. Kalo kamu punya komunitas, atau bergaul dengan rekan kerja, itu juga bisa disebut kelompok sosial.

Kelompok sosial artinya kumpulan individu yang saling berinteraksi didasari oleh adanya kemiripan atau kesamaan kepentingan, identitas dan faktor lain yang menyatukan. Definisi tersebut merupakan definisi yang luas dan cukup mudah dimengerti.

Interaksi Sosial: Pengertian dan Contohnya

Untuk memahami apa itu kelompok sosial, kita perlu membedakannya dengan kerumunan (crowd). Kerumunan juga terdiri dari kumpulan individu, mereka bisa jadi punya kepentingan atau minat yang sama juga. Seperti kerumunan penonton konser, misalnya. Tetapi mereka bukan kelompok sosial interaksi yang membentuk hubungan saling mempengaruhi. Ikatan pada tujuannya pun longgar. Setelah konser selesai, mereka pulang masing-masing.

Elemen penting yang membentuk kelompok sosial adalah interaksi sosial dimana interaksi tersebut membentuk hubungan yang saling mempengaruhi. Tak jarang pula menimbulkan solidaritas antar anggotanya. Langsung saja kita bahas mengenai contoh kelompok sosial di sekitar kita.

Contoh kelompok sosial

Keluarga

Sudah disebutkan tadi, keluarga merupakan kelompok sosial. Anggota keluarga terdiri dari beberapa individu. Anggota keluarga juga saling berinteraksi satu sama lain. Keluarga nuklir atau inti merupakan salah satu kelompok sosial terkecil.

Pertemanan

Ini juga sudah disebutkan di atas. Lingkar teman kamu adalah kelompok sosial kamu. Dalam lingkar pertamanan, kamu merasa nyaman pergi bareng, belajar bareng, belanja bareng dan tak jarang saling curhat.

Rukun Tetangga

Ini juga bisa dikategorikan sebagai kelompok sosial. Rukun Tetangga dibentuk tidak hanya oleh kedekatan teritorial, tetapi juga perasaan bersama sebagai warga RT. Dengan demikian, RW juga merupakan kelompok sosial.

Komunitas

Ada berbagai macam jenis komunitas yang berkembang. Misalnya saja, kamu gabung komunitas pendaki gunung. Anggota komunitas itu saling sharing informasi mengenai pendakian dan penyewaan perlengkapan camping. Mereka berada dalam kelompok sosial yang sama.

Komunitas virtual

Pikirkan tentang Grup Facebook atau Grup Whatsapp. Keduanya merupakan contoh kelompok sosial dimana para anggota yang tergabung didalamnya saling berinteraksi online. Tidak hanya berinteraksi, melainkan sering pula sampai saling mempengaruhi. Lihat saja bagaimana informasi hoax diperdebatkan mati-matian.

Rekan kerja

Kolega atau rekan kerja yang hampir setiap hari bertemu dikantor untuk tujuan menyelesaikan pekerjaan dan digaji, juga merupakan kelompok sosial. Mereka saling membutuhkan dalam konteks pembagian kerja.

Jamaah Tabligh

Ini satu contoh kelompok sosial yang disatukan oleh nilai-nilai agama. Menjadi satu jamaah tertentu sudah menunjukkan kebutuhan individu untuk membentuk kelompok yang didasari oleh nilai atau tujuan bersama

Ibu-ibu pengajian

Jika melihat tayangan ceramah religi di TV, kita dapati penontonnya pekai seragam yang sama. Lalu mereka memperkenalkan diri dan kelompoknya dari pengajian mana. Kelompok pengajian adalah kelompok sosial.

Kelompok Sosial: Definisi dan Contohnya

Contoh kelompok sosial tak terbatas jumlahnya. Ukuran dan levelnya juga bisa beragam. Ada kelompok sosial yang ukurannya kecil, seperti keluarga inti misalnya, ada pula yang relatif besar seperti simpatisan partai politik.

Individu lahir dalam kelompok yang sudah eksis sebelumnya. Hal itu menjadi salah satu faktor penting, mengapa kita tidak bisa lepas dari kelompok sosial. Begitu lahir, kita sudah menjadi bagian dari anggota keluarga. Ketika beranjak besar sedikit, kita sudah punya teman.

Salah satu faktor yang mengikat individu menjadi bagian dari kelompok adalah adanya sense of belonging, yaitu rasa memiliki. Misalnya, kamu adalah anggota pecinta alam di sekolah. Kamu merasa bagian tak terpisahkan dari kegiatan ekstra tersebut, sehingga identitas anak pecinta alam melekat pada dirimu.

Sebagai anak pecinta alam, kamu bergaul dengan anggota pecinta alam lainnya, sering melakukan aktivitas bersama dan belajar bersama. Kamu kenal orang-orangnya sehingga ketika kumpul, kamu berada dalam kelompok yang sama. Kamu tidak berada dalam satu kerumunan yang isinya orang asing.