Batasan Masalah: Pengertian dan Contohnya

Batasan masalah merupakan salah satu elemen dalam kerangka penulisan penelitian. Sering pula muncul di proposal penelitian. Ketika kamu menulis proposal dengan tema yang luas, kamu perlu membuatnya lebih fokus. Fokus penelitian bisa ditunjukkan di batasan masalah.

Artikel singkat ini akan memberikan kamu definisinya disertai contoh yang relevan. Secara intuitif sebenarnya kita bisa memahami definisinya. Dari istilahnya saja sudah memberikan kejelasan, meskipun mungkin baru sedikit. Batasan artinya lingkup, sedangkan masalah di sini tentu saja masalah penelitian.



Kerangka Proposal Penelitian

Pengertian batasan masalah

Pengertian yang bisa kita deskripsikan di sini adalah ruang lingkup penelitian. Ruang lingkup melingkupi koridor isu yang spesifik.

Sebelum beranjak lebih jauh, kita perlu melihat istilah lain dalam bahasa Inggris. Bagaimanapun, istilah dalam Bahasa Indonesia diadopsi dari bahasa ilmiah yang digunakan di dunia, yaitu Bahasa Inggris.

Dalam proposal penelitian berbahasa Inggris, kita mengenal istilah ‘scope’, artinya ruang lingkup. Selain itu juga ada istilah ‘limitation’ atau batasan. Biasanya kita juga terjemahkan menjadi limitasi. Keduanya berarti batasan.

Untuk memahami lebih lanjut, kita perlu mengetahui tujuan ditulisnya batasan masalah di proposal atau laporan penelitian. Tujuannya adalah untuk menunjukkan ruang lingkup penelitian. Secara lebih spesifik fokus penelitian.

Tujuan tersebut memberi petunjuk tentang pengertiannya. Dengan adanya batasan, maka peneliti menunjukkan fokus isu atau masalah yang akan diteliti. Dengan adanya fokus isu, maka artinya ada isu lain yang tidak ter-cover oleh penelitiannya. Singkatnya, batasan masalah menunjukkan secara jelas mana isu yang dibahas atau di-cover, mana yang tidak.

Ruang lingkup penelitian menunjukkan area yang di-cover dalam penelitian. Di luar ruang lingkup adalah area hitam yang tidak tersentuh atau tidak terjangkau oleh penelitian.

Pemahaman ini penting karena penelitian tidak mungkin membahas segala hal. Fokus isu perlu ditentukan di awal dan disampaikan secara eksplisit. Masalah yang spesifik perlu ditunjukkan dalam proposal.

Tidak masalah kamu menggunakan pengertian batasan ini sebagai scope atau limitation. Poin pentingnya adalah kamu menunjukkan apa yang di-cover dan apa yang di luar jangkauan proposalmu. Dengan demikian, kamu memberi tau batasannya.

Mari kita menggunakan ilustrasi sebagai contoh. Anggap saja kamu sedang mengajukan proposal penelitian tentang pola interaksi kelompok ultra nasionalis di Twitter. Kamu ingin mengetahui struktur jejaringnya, siapa berinteraksi dengan siapa, siapa pembentuk opini utamanya, siapa aktor yang paling berpengaruh, dan bagaimana interaksi online tersebut membentuk pola yang ajeg.

Maka, kamu menggunakan data Twitter untuk analisis dan membuat teori atau hipotesis bahwa interaksi kaum ultra nasionalis dibentuk melalui preferensi yang sama terhadap beberapa isu, misalnya dikotomi antara pancasila versus agama, salam pancasila, dan toleransi beragama.

Kamu juga ingin melihat bahwa interaksi tersebut diinisiasi dan dirawat oleh segelintir aktor yang sering kali anonim. Kemudian muncul hipotesis tentang buzzer istana. Di proposal kamu sudah menunjukkan fokus isu tersebut. Sekarang kamu berencana menulis batasan masalahnya. Maka contoh yang bisa ditulis adalah sebagai berikut:

Contoh batasan masalah

Studi ini fokus pada pola interaksi yang mucul di media sosial Twitter. Konten yang memiliki tendensi pada pandangan ultra nasionalis akan dikelompokkan dalam struktur jejaring percakapan. Kelompok itu, dilabeli sebagai ultra nasionalis. Eksplorasi jejaring interaksi di kalangan ultra nasionalis berbasis pada ketersediaan data di platform Twitter. Oleh karena itu, kanal lain yang menjadi arena interaksi kaum ultra nasionalis berada di luar jangkauan penelitian ini.

Contoh di atas menunjukkan ruang lingkup isu tentang konten ultra nasionalis yang dibatasi oleh platform sebagai basis data utama. Batasan masalah tidak selalu berkaitan pada data. Bisa juga batasan terkait tema yang dibahas. Misalnya, tentang ultra nasionalis itu sendiri sebagai topik. Contohnya sebagai berikut:

Studi ini mengeksplorasi konten yang memiliki tendensi pada pandangan ultra nasionalis di Twitter. Lingkup pengertian ultra nasionalis terbatas pada pendikotomian antara agama dan pancasila, dimana agama diposisikan sebagai musuh pancasila. Isu lain di luar pendikotomian yang muncul, meskipun bernuansa ultra nasionalis tidak dilibatkan dalam penelitian. Konten media sosial merupakan tampak luaran suatu produk. Studi ini juga tidak masuk pada ranah yang lebih dalam terkait bagaimana konten diproduksi dan disirkulasi secara online. Akun dianggap sebagai aktor dengan karakteristik dan limitasinya.

Contoh kedua tersebut menunjukkan batasan masalah mengenai konsep ultra nasionalis yang digunakan dalam penelitian ini. Beberapa konten bisa dikategorikan sebagai konten ultra nasionalis. Tetapi studi tersebut menujukkan bahwa fokus isunya terbatas pada dikotomi agama dan pancasila.



Indentifikasi Masalah: Pengertian dan Contohnya

Sampai di sini, semoga artikel ini dapat memberi gambaran singkat pada pembaca yang sedang mencari informasi tentang batasan masalah.