Artikel Ilmiah: Format & Cara Menulisnya

Artikel ilmiah merupakan laporan hasil penelitian yang ditulis sesuai kaidah akademik. Menulis artikel ilmiah tidak mudah tetapi juga tidak sulit jika penulis paham apa yang mau ditulis dan cara menulisnya.

Struktur tulisan ilmiah secara teknis tidak ada yang baku. Namun secara prinsipil berlaku ketentuan yang umum dan universal. Sistematika penulisan karya ilmiah dalam bentuk artikel tidak mengalami perubahan sejak sekitar abad 18.

Lihat saja artikel-artikel jurnal jadul yang strukturnya masih berlaku sampai sekarang. Biarkan para ahli bidangnya mencari tau alasannya. Kita hanya perlu memahami apa yang berlaku sekarang. Bagaimana format penulisan artikel ilmiah?

Baca juga: Penulisan Akademik

Format artikel ilmiah

  • Abstrak
  • Pengantar
  • Metode
  • Temuan
  • Diskusi
  • Kesimpulan
  • Referensi

Format tersebut merupakan format yang standar. Pada prinsipnya, format tersebut dapat dikatakan baku. Semua tulisan ilmiah, misalnya harus mengandung bagian yang membahas metode. Bagian awal penulisan adalah pengantar, bagian akhir kesimpulan dan sebagainya.

Apa yang tidak baku adalah teknik penulisannya saja. Misal, bagian pengantar kadang ditulis pendahuluan, ada juga judul yang dibuat oleh peneliti sendiri.

Contohnya, artikel tentang kriminologi digital yang dimulai dari kisah penculikan seorang anak. Cerita penculikan tersebut ditulis dibawah headline “Hilang di Taman”. Atau bahkan tidak ditulis sama sekali. Itu soal teknis. Prinsipnya adalah bagian yang mengantarkan pembaca pada isi artikel harus ada.

Untuk itu, kita perlu mengetahui bagaimana menulisanya. Satu per satu akan saya paparkan dalam versi singkat bagaimana menulis tiap bagiannya.

Bagaimana cara menulis artikel ilmiah?

Abstrak

Bagian ini berisi rangkuman sangat singkat tentang apa yang kamu tulis. Saking singkatnya, satu kalimat saja sudah cukup untuk tiap bagian. Bisa dimulai dari apa topik yang kamu bahas, mengapa kamu membahas itu. Tulislah dalam satu atau dua kalimat. Selanjutnya, bagaimana kamu melakukan penelitian. Tulis dalam satu atau dua kalimat. Sampai pada temuan penelitian.

Prinsipnya adalah, pembaca tau isi artikel kamu hanya dengan membaca abstraknya.

Pengantar

Bagian ini berisi latar belakang permasalahan yang dibahas. Lalu juga topik yang kamu angkat dan bagaimana penelitian terdahulu membahas topik yang kamu teliti dalam artikel yang kamu tulis. Setelah membahas studi terdahulu, kamu berikan kebaruan dari penelitianmu. Kebaruan ini untuk menjelaskan bahwa penelitian kamu berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya. Ditutup dengan rumusan masalah atau pertanyaan penelitian.

Prinsipnya adalah, pembaca mengetahui konteks penelitian kamu dan apa yang ingin kamu ketahui dari penelitian kamu.

Metode

Bagian ini tentang bagaimana penelitian dilakukan. Kamu bicara soal data, apa jenis datanya, bagaimana dikumpulkan dan dianalisis. Metode adalah tentang cara. Di sini, perlu kamu paparkan cara kamu melakukan penelitian se-transparan mungkin. Pengetahuan ilmiah harus bisa diuji. Bagian ini memberi petunjuk pada orang lain bagaimana penelitian kamu dilakukan.

Prinsipnya adalah, kamu menunjukkan cara pengumpulan dan analisis data sehingga apabila ada pembaca mau melakukan penelitian serupa dengan konteks yang berbeda tau metodenya.

Metode Penelitian: Pengertian, Jenis, Contoh

Temuan

Bagian ini menunjukkan hasil penelitian. Tepat setelah kamu menunjukkan caranya, kamu memaparkan hasilnya. Temuan penelitian adalah jawaban dari pertanyaan penelitian kamu. Hasil penelitiannya organik, bukan dari orang lain, tetapi benar-benar kamu sendiri yang menemukan.

Prinsipnya, menjawab pertanyaan penelitian kamu.

Diskusi

Bagian ini adalah semacam ‘dialog’ antara temuan penelitian kamu dengan temuan penelitian orang lain. Ingat bahwa di bagian pengantar, kamu sudah memaparkan studi-studi terdahulu. Paparan tersebut biasa disebut kajian pustaka atau literature review. Apa yang disampaikan oleh studi terdahulu kamu dialogkan dengan hasil penelitian kamu. Jadi kamu seperti melakukan percakapan tertulis dengan penulis lain.

Prinsipnya adalah, kamu menunjukkan persamaan atau perbedaan hasil penelitian kamu dengan penelitian sebelumnya.

Kesimpulan

Bagian ini tidak perlu dijelaskan seperti bagian lainnya karena semua sudah tau apa itu kesimpulan. Intinya adalah menyimpulkan keseluruhan isi artikel secara singkat.

Prinsipnya adalah, kalimat penutup yang menghadirkan kembali apa yang sudah kamu bahas dalam versi yang sangat singkat.

Referensi

Bagian ini menunjukkan daftar pustaka atau literatur yang kamu baca selama proses penelitian dan penulisan artikel. Daftar referensi ini penting ditampilkan karena kamu melakukan penelitian tidak dengan pikiran kosong. Melainkan kamu sudah membaca beberapa penelitian lain yang relevan.

Prinsipnya adalah, pengetahuan yang kamu peroleh adalah bagian kecil dari pengetahuan yang sudah dihasilkan sebelumnya