UKM Goes Digital: Solusi Praktis Bangkit Dari Krisis

Nafas UKM sedang tersengal akibat pandemi yang tak kunjung reda. Pemerintah berupaya membangkitkannya lewat beragam paket program, mulai dari pemberian bantuan, stimulasi kredit sampai subsidi pajak.

Namun, daya beli masyarakat yang menurun ditambah fase resesi yang melanda, membuat nasib UKM masih tak menentu. Sampai di sini, berharap pada uluran tangan pemerintah saja nggak cukup. UKM perlu berinovasi.

Bagaimana langkah inovatif yang bisa dilakukan? MasterWeb punya cara bagaimana membangkitkan UKM dari krisis. Tulisan ini akan mengulas masalah yang dialami UKM dan solusi praktis yang ditawarkan MasterWeb.

Inisiasi UKM goes digital

Kita tau kan, program digitallisasi jadi salah satu unggulan di banyak sektor belakangan ini. Tapi, komitmen terhadap program ini masih belum optimal. Di sektor UKM, digitalisasi perlu digenjot lagi agar UKM yang sedang lesu segera bangkit dari krisis.

hosting ukm

Salah satu inisiasi dari MasterWeb adalah menyediakan infrastuktur digital berupa domain dan hosting UMKM. Sebelum melangkah lebih jauh, saya akan ajak kamu untuk ‘touring’ sejenak melihat apa yang dialami UKM dan apa saja yang sedang diupayakan pemerintah dari obrolan yang mengemuka di media sosial

Hal ini penting untuk mengetahui apa aja sih yang urgen menurut publik untuk dipecahkan. Kemudian dari hasil obrolan itu, baru kita paparkan solusi praktis supaya UKM Indonesia segera bangkit kembali.

Geliat UKM di media sosial

Kita tau UKM adalah salah satu sektor paling terdampak Covid-19. Seperti apa dampak corona terhadap UKM? Saya melakukan ‘mini riset’ untuk menjawab pertanyaan ini dengan cara mengeksplorasi obrolan di media sosial Instagram.

Data dari obrolan di media sosial bisa menjadi data alternatif yang potensial digunakan terutama ketika riset lapangan terkendala oleh physical distancing. Data media sosial boleh dibilang ‘natural’ dan ‘organik’. Artinya muncul dari proses interaksi yang mengalir.

Bagaimana data media sosial digunakan untuk penulisan artikel ini? Pertama, saya menyeleksi konten Instagram berbasis tagar #dampakcorona lalu menyaring dengan kata kunci “UKM” atau “UMKM”. Dengan cara ini, kita dapat konten yang berkaitan dengan topik “dampak corona terhadap UKM”.

Pengambilan data menghasilkan 496 postingan yang membahas dampak corona terhadap UKM. Dari konten tersebut kita mau lihat tren yang terjadi dari bulan Maret sampai Agustus karena pada bulan itu pandemi lagi naik. Kita juga akan lihat konten yang disukai oleh netizen berdasarkan jumlah likes. Hasilnya seperti ini:

hosting ukm

Garis biru adalah jumlah postingan. Sedangkan garis kuning adalah jumlah likes terhadap postingan. Boleh dibilang, percakapan tentang dampak corona terhadap UKM naik-turun. Namun pada bulan Mei dan Juni, tren-nya menurun. Artinya, nggak banyak orang menaruh perhatian pada dampak corona terhadap UKM.

Meskipun perhatian netizen pada periode tersebut menurun, likes-nya justru meningkat. Artinya, konten yang diposting di bulan itu disukai oleh banyak orang. Sekarang, kita perlu cari tau, kenapa disukai?

Bulan Mei-Juni adalah 2-3 bulan setelah kasus corona pertama diumumkan. Sebagaimana kehawatiran banyak pelaku usaha, periode 2 sampai 3 bulan adalah masa kritis dimana beberapa pelaku usaha mulai mengambil langkah beresiko, seperti mem-PHK-kan pekerja atau bahkan memutuskan gulung tikar. Artinya, pelaku dan pekerja UKM jatuh menjadi kelompok rentan.

hosting umkm

Gambar di atas menunjukkan bahwa ada empat isu pokok yang dibicarakan, yaitu persoalan yang berkaitan dengan “UKM”, “perusahaan”, “dirumahkan”, dan “buruh”.

Jika keempat kata tersebut dirangkai, kita bisa menarik inti pembicaraan kira-kira seperti ini: “banyak buruh dirumahkan oleh perusahaan atau UKM akibat Covid-19”.

Dengan kata lain, ada persoalan tentang buruh yang tidak lagi bisa bekerja. Kasus ekstrem yang kita ketahui bersama tentu saja gelombang PHK massal yang dilakukan banyak unit usaha, sebagaimana sudah kita singgung sebelumnya. Lalu, apa yang sudah dilakukan pemerintah?

Upaya pemerintah membangkitkan UKM

Pemerintah mencatat telah lebih dari 3,5 juta pekerja yang di PHK akibat Covid-19. Jika perusahaan besar saja terpaksa mengambil langkah PHK agar bisa bertahan, bagaimana dengan UKM?

Padahal UKM pernah mencatat sejarah gemilang sebagai penyelamat negara untuk bangkit dari 2 krisis ekonomi besar, yaitu pada 1998 dan 2008. UKM adalah ‘soko guru’ ekonomi Indonesia.

Peran krusial UKM bagi perekonomian itulah yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk membuat seperangkat program dalam rangka menghidupkan kembali UKM. Alokasi dana untuk UKM digelontorkan baik dalam bentuk bantuan, stimulus ataupun subsidi.

Data yang diambil dari percakapan media sosial menangkap beberapa kata kunci yang menyiratkan upaya pemerintah mendorong kebangkitan UKM, diantaranya: “insentif”, “pajak”, “stimulus”, “kredit”, “bunga”, “subsidi” dan “bantuan”.

Untuk mengidentifikasi program mana yang paling sentral di benak publik, jejaring kata kunci tersebut kita visualisasikan. Gambar berikut merupakan hasil visualisasi jejaring bantuan pemerintah yang banyak dibicarakan:

domain umkm

Bola warna oranye di atas artinya upaya yang dilakukan pemerintah dan ukurannya menunjukkan seberapa sering muncul di benak masyarakat. Sedangkan garis abu-abu artinya keterkaitan antar progam dan ketebalannya menunjukkan seberapa sering keduanya diobrolkan bersama.

Dari gambar di atas, “kredit” dan “bantuan” adalah program yang paling sering dibahas. Itu tandanya, publik menaruh harapan besar pada program kredit dan bantuan.

Selain itu, keterkaitan program yang paling sering muncul bersamaan adalah ”subsidi-bunga” dan “insentif-pajak”. Dari keduanya bisa kita pahami bahwa masyarakat menaruh harapan pada program yang berkaitan dengan pemberian subsidi terhadap bunga pinjaman dan insentif pengurangan beban pajak bagi UKM.

Pemberian subsidi bunga dan insentif pajak adalah cara yang dipakai pemerintah agar UKM bangkit dari krisis. Akses terhadap modal diharapkan tidak menjadi beban UKM karena bunga pinjamannya disubsidi oleh pemerintah. Selain itu, beban pajak UKM juga diharapkan berkurang karena mendapat insentif dari pemerintah.

Kemana digitalisasi?

Kalo diperhatikan, sebenarnya tujuan subsidi bunga dan insentif pajak sama, yaitu menguatkan daya lenting UKM. Sayangnya, sejauh ini kita tidak menemukan istilah “digital” atau “digitalisasi” di situ. Kenapa ya?

Mingkin kurang populer atau sosialisasi yang masih minim? Padahal di era Covid-19, tuntutan digitalisasi sudah jadi bagian dari strategi adaptasi. Kalo pemerintah serius, harusnya istilah itu juga muncul.

Sekarang, kita cek sejauh mana peran pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKop UKM) menguatkan wacana digitalisasi UKM.

Wacana KemenKop UKM

Pemerintah dari awal telah memantau ketahanan UKM Indonesia. Kanal komunikasi KemenKop UKM di media sosial secara rutin mempublikasi informasi terkait apa yang dikerjakannya. Kali ini, kita lihat apa yang menjadi perhatian KemenKop UKM lewat postingannya selama masa pandemi.

Total postingan KemenKop UKM sejak Maret hingga Agustus tercatat sebanyak 1.284 konten. Oleh karena masalah UKM menjadi perhatian pemerintah sejak awal, maka mengintip apa yang disampaikan KemenKop UKM di kanal informasinya menjadi berguna.

Untuk mengetahui apa yang dibicarakan oleh Kemenko UKM di media sosial, kita cek tagarnya. Mengapa melihat tagar? Karena tagar di media sosial bisa berfungsi sebagai penanda suatu pesan.

tagar ukm

Ternyata, pemerintah lewat KemenKop UKM banyak menyampaikan pesan positif, namun sekaligus politis. Misalnya tagar #siapbersamaumkm dan #umkmnaikkelas yang menyiratkan akan adanya semangat membangkitkan UKM.

Sementara itu, tagar #omnibuslawukm secara gamblang menegaskan posisi kementerian dalam perdebatan soal Undang-Undang yang kontroversial. Sedangkan #Indonesiamaju adalah jargon politik rezim sekarang.

Singkatnya, berdasarkan tagar favorit yang sering digunakan oleh KemenKop UKM, terungkap jelas bahwa perhatian pemerintah pada UKM sangat positif namun politis. Memperhitungkan kondisi UKM saat ini, pemerintah perlu mengalihkan energi lebih banyak untuk memperkuat isu digitalisasi UKM, ketimbang sekadar ikut arus wacana politik.

Memacu inovasi digital UKM

Sampai di sini kita sudah mengidentifikasi masalah yang dibicarakan netizen tentang UKM dan bagaimana pemerintah meresponnya. Tentu saja media sosial hanya memotret apa yang mengemuka di ruang online. Masalah yang senyatanya dialami UKM bisa jadi jauh lebih rumit.

Tapi tenang, ada solusi praktis yang bisa dilakukan. Setidaknya, kita sudah punya gambaran awal untuk merumuskan apa yang dibutuhkan UKM. Ada 3 saran awal:

Pertama, ayo bangun kesamaan prinsip untuk membangkitkan spirit UKM, baik dari luar melalui program yang sifatnya bantuan atau subsidi, dan dari dalam tubuh UKM sendiri melalui digitalisasi.

Kedua, ketimbang ikut berwacana politik, pemerintah melalui KemenKop UKM bisa memanfaatkan situasi politik yang sedang hangat seperti sekarang ini untuk memperkuat wacana digitalisasi UKM.

Ketiga, dalam rangka mendorong upaya digitalisasi UKM, anggaran yang disusun dalam bentuk bantuan bisa direalokasikan menjadi pengadaan produk dan jasa digital UKM.

Bagaimana membumikan 3 saran itu? Sekarang kita masuk pada tataran yang lebih konkret, yaitu solusi praktis ala MasterWeb. Saran ini konkret karena bisa langsung dilakukan oleh semua pihak, mulai dari pemerintah sampai pelaku UKM itu sendiri.

Solusi praktis ala MasterWeb

Digitalisasi UKM bukan lagi sekadar pilihan, tapi suatu keharusan yang perlu diambil. Bukan hanya supaya ekonomi bangkit lagi, tapi juga biar covid-nya pergi. MasterWeb mendukung semangat UKM Indonesia untuk bangkit kembali, tangguh dan berdaya lenting.

Digitalisasi UKM bisa dimulai dengan cara sederhana, yaitu dengan membuat platform berbasis website untuk UKM. Pengembangan website dimulai dari beli domain dan hosting yang memang khusus disiapkan untuk UKM.

Kenapa harus website yang khusus untuk UKM? Program digitalisasi perlu komitmen semua pihak untuk menghasilkan produk dan layanan UKM yang berkualitas. Oleh karena itu, platform web harus berbasis website builder terbaik yang memang menyediakan infrasturktur digital khusus untuk UKM.

Kenapa memilih hosting UKM MasterWeb?

Pengalaman dalam mengelola hosting untuk unit usaha dan toko online demi produk dan layanan terbaik sudah dimiliki MasterWeb. Nggak cuma jam terbang saja, beberapa keunggulan sekaligus keuntungan yang akan kamu peroleh secara langsung di MasterWeb sebagai berikut:

  • Supporting system 24 jam sehari

Jadi, nggak perlu khawatir jika ada kendala. Customer service dan technical support MasterWeb standby online 24 jam sehari dan siap menangani dengan ramah jika kamu punya keluhan. Layanan dalam bentuk fitur live chat juga tersedia dengan respons cepat kurang dari 3 menit.

  • Dapet gratis domain, SSL dan setup

Di MasterWeb, kamu nggak perlu repot mikirin ongkos tambahan untuk domain dan SSL karena beli hosting UKM di MasterWeb dapat gratis domain dan SSL. Bingung setup-nya? Jasa upload, instal script dan CMS juga gratis. Jadi, website kamu langsung siap tempur.

  • Server lebih cepat dan handal

Uptime server 99,98% dan network server 99,99% menunjukkan angka yang nyaris sempurnya. Dengan demikian, website kamu bisa online setiap saat dengan tingkat load website cepat mencapai 300%.

  • Hosting lebih cepat

MasterWeb menggunakan teknologi server berbasis cloud, unlimited bandwitch dan hardware terbaru yang bikin akses website kamu 30 kali lebih cepat.

  • Website lebih aman

Website UKM sebaiknya aman dan memang harus aman. Sistem keamanan MasterWeb berlapis, terdiri dari beragam fitur tangguh: Immunify360, SpamExperts, Cloud Linux OS, CageFS dan fitur backup otomatis setiap hari. Dengan demikian, dijamin website kamu terhindar dari ancaman malware, virus, phising, spam, brute-force attacks, SQL injections, dan serangan cyber lainnya. Selain itu, data kamu selalu aman.

Sekali lagi, solusi praktis untuk UKM bangkit dari krisis sudah ada di depan mata. Semua dengan mudah diperoleh dengan pergi ke laman MasterWeb dan pilih langsung hosting UKM. Yuk, bangkitkan UKM! Dengan menerapkan langkah-langkah praktis itu, kita semua ikut membangun komitmen agar UKM goes digital dan bangkit kembali.