(Pre-Order) Traveling: Kultur dan Gaya Hidup”

#EBOOK READY 15 Juli 2020

#PRE-ORDER mulai 25 Juni s/d 15 Juli 2020 (diskon untuk 100 pemesan pertama)

  • Judul: Traveling: Kultur dan Gaya Hidup
  • Penulis: Sosiologis.com
  • Penerbit: Socnet Press
  • Jumlah Halaman: 80-100
  • Ukuran: A5

TRAVELING: KULTUR DAN GAYA HIDUP terbit secara eksklusif hanya dalam bentuk Ebook. Buku (elektronik) ini merupakan satu-satunya buku traveling berbahasa Indonesia yang membahas fenomena melancong dan jalan-jalan dari sudut pandang ilmu sosial. Buku traveling ini memadukan narasi populer catatan perjalanan dengan analisis ilmiah secara elok dan elegan. Cek cuplikan naskahnya!

CUPLIKAN NASKAH

buku traveling
buku travel
ebook traveling

CARA PESAN

TIMELINE PEMESANAN

  • Pesan Online: 25 Juni s/d 15 Juli 2020
  • Konfirmasi pemesanan: Segera setelah pemesanan
  • Menerima Ebook: 15 Juli 2020
  • Menerima invoice: 15 Juli 2020
  • Pembayaran: Setelah menerima invoice
  • Konfirmasi pembayaran: Segera setelah melakukan pembayaran
  • Menerima password: Sesuai tanggal pembayaran invoice
  • Happy reading!

FORMULIR PEMESANAN

formulir buku

Pesan sekarang untuk mendapatkan potongan harga bagi 100 pemesan pertama! Klik tautan ini untuk melakukan pemesanan.

Untuk informasi atau pertanyaan silahkan silahkan hubungi kami melalui Whatsapp +6285877148940 email [email protected] atau Message di Facebook Fan Page Sosiologis.com

CATATAN DARI MANAJER

“Buku ini buku traveling. Namun berbeda dengan buku traveling lainnya yang lebih menekankan pada cerita perjalanan traveler, buku ini ditulis dengan perpaduan antara genre populer dan ilmiah. Seperti yang terdapat pada cuplikan naskah di atas, buku traveling ini tidak mengulas alasan normatif dibalik motivasi traveler jalan-jalan, seperti misalnya untuk liburan, menghabiskan uang, atau memanfaatkan paket umroh yang ditawarkan. Tetapi buku ini akan membawa pembaca masuk lebih dalam menuju pengalaman psikologis para pelancong. Jalan-jalan seperti penawar dari kebosanan rutinitas, tetapi jalan-jalan juga sering kali menjadi rutinitas itu sendiri. Sering kita jumpai, orang traveling tanpa tujuan apa-apa selain untuk traveling itu sendiri. “Traveling for the sake of travel”, katanya. Sebenarnya, apa motif esensial yang mampu mengaktifkan hasrat kita untuk melancong? Tak jarang kita merasakan nikmatnya kehidupan justru ketika melangkahkan kaki untuk sebuah perjalanan.”

Saskia