The Rise of Entrepreneurial Syndrome

Syndrom entrepreneurship tampaknya sedang menjangkiti anak-anak muda. Siang hari di trotoar depan pom bensin jakal, Yogyakarta, berdiri tenda warung padang mini yang menjual masakan padang dengan harga lumayan murah. Tepat kita terik matahari di atas kepala, saya sudah berada disitu, pesan nasi ikan! kemudian datanglah anak muda mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘The Rise of Entrepreneurial Syndrome’. Wow, terbersit dalam pikiran saya, billboard berjalan itu seperti mengampanyekan kritik atas trend entrepreneurship yang makin marak belakangan ini.

Baca juga Sosiologi dan Ekonomi: Beda Frase, Beda Makna



Saya pikir, syndrome entrepreneurship memang sedang mewabah. Semua orang ingin jadi entrepreneur! ya, begitulah apa yang sedang terjadi. Setibanya di kos, saya merenung cukup lama sambil sesekali tersenyum sendiri mengingat tulisan tadi. Banyak orang di sekelilingku kalap dengan kata ‘entrepreneur’. Mereka bilang ingin menjadi entrepreneur, masa depan adalah milik ‘entrepreneur, bahkan negara ini sebenarnya dikendalikan oleh para pengusaha, dan mereka adalah entrepreneur! katanya.

Siapakah sebenarnya entrepreneur? teringat ketika mengambil mata kuliah sosiologi ekonomi, ada satu buku yang sering dijadikan rujukan, berjudul . ‘Entrepreneurship from the Social Science’s View’. Entrepreneur, dari rujukan itu, dikatakan berasal dari Bahasa Perancis; ‘entreprende’ yang artinya ‘aktif melakukan sesuatu’. Makna yang terkandung memiliki unsur kreatif, inovatif, dan inisiatif. Jadi, entrepreneur secara terminologis adalah orang yang aktif melakukan sesuatu.

syndrom entrepreneur

Jelas, orang-orang seperti itu banyak jumlahnya, setidaknya di sekelilingku sendiri atau mereka yang mengaku demikian. Namun, definisi terminologis itu perlu di konfrontasikan secara empiris agar makin jelas dan mudah dipahami. Pertanyaan ‘siapa itu entrepreneur?’ perlu diperjelas dengan pertanyaan ‘siapakah sosok yang diidealkan oleh mereka yang mengaku entrepreneur?’ Dengan begitu, kita berusaha mengidentifikasi apakah the rise of entrepreneurship merupakan fenomena natural yang memang terjadi, atau hanya konstruksi sosial, seperti syndrom dari sebuah trend yang sedang laku di masyarakat.