Teori Modernisasi

Teori modernisasi diramu oleh kalangan ilmuwan sosial pada pertengahan abad 20 untuk melihat bagaimana negara-negara barat terutama Amerika Utara dan Eropa Barat bisa berkembang sedemikian rupa. Negara-negara barat yang diteliti dianggap berhasil menjadi modern setelah melalui tahapan-tahapan yang bisa diidentifikasi, meskipun perkembangannya kini semakin kompleks. Berkembang di sini diukur dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi. Termasuk perubahan politik ke arah demokrasi dan demokratisasi.

teori modernisasiTeori moderninasi melihat serangkaian proses yang terjadi sebagai prasyarat untuk bergerak dari kondisi yang tradisional menuju modern. Proses tersebut meliputi industrialisasi, urbanisasi, rasionalisasi, birokrasi, konsumsi, dan demokrasi. Secara praktis, proses tersebut dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur di hampir segala bidang, sistem transportasi dan komunikasi yang mendorong masyarakat untuk semakin mobile, dan dibangunnya institusi sosial seperti sekolah formal dan media massa yang merupakan komponen penting penguat sistem demokrasi. Dalam aspek demografi, angka populasi secara di beberapa negara menurun atau meningkat namun tidak signifikan.

Teori modernisasi menciptakan sistem ekonomi yang mekanismenya didasarkan pada kebutuhan pasar. Kapitalisme otomatis didorong menjadi pusatnya. Rasionalisasi sebagai bagian dari komponen modernisasi mendorong birokratisasi. Pembagian kerja harus dilakukan melaui proses birokratisasi. Teori modernisasi melihat semua struktur dan sistem sosial yang tidak mengalami birokratisasi artinya tidak mengalami perubahan sehingga dianggap belum modern atau bisa pula dikatakan masih tradisional. Teori modernisasi juga sering digunakan sebagai justifikasi untuk membandingkan kondisi negara-negara yang dilabeli ’berkembang’ atau ’terbelakang’ dengan negara-negara Barat yang modern.

Baca juga Perubahan Sosial: Contoh dan Faktor Penyebabnya



Teori modernisasi membuat ukuran-ukuran kemajuan suatu negara dengan didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi dan sistem politik demokrasi. Menjadi modern artinya menjadi maju, sehingga mereka yang masih ’berkembang’ atau bahkan ’terbelakang’ didorong untuk menjadi maju. Justifikasi teori modernisasi ini tidak steril dari kritik pedas yang dilakukan oleh para ilmuwan sosial kritis.

Salah satu kritik tajam yang sering dilontarkan pada penjelasan teori modernisasi adalah kealpaan teori modernisasi menjelaskan bahwa proses dan mekanisme yang membawa dunia barat menuju modern adalah melalui proses eksploitasi, kolonialisme, perbudakan, imperialisme, dan praktik-praktik dehumanis di negara yang disebut “terbelakang”. Dengan kata lain, perkembangan negara barat mengorbankan negara lain di belahan bumi lainnya. Secara otomatis, teori modernisasi tidak bisa diaplikasikan pada negara-negara belahan lain kecuali melalui proses eksploitasi yang merugikan negara lain.



Baca juga: Teori Sosiologi