Sosiologi Hukum: Definisi dan Objek Kajiannya

Sosiologi hukum memiliki peranan baik secara teoritis maupun praktis. Kita sebagai makhluk sosial senantiasa hidup dalam kelompok. Dari unit yang paling kecil seperti keluarga, sampai unit besar seperti negara. Bahkan kini sedang tren istilah ’menjadi bagian dari warga global’ (global citizen).

Dalam kelompok, perilaku kita sebagai individu dibatasi. Batasan ini dapat berupa norma, hukum, dan agama. Diantara ketiganya hukum merupakan aturan yang paling eksplisit karena tertulis dalam lembaran peraturan atau konstitusi. Hampir segala aspek kehidupan sosial dibatasi oleh hukum. Hal ini untuk mengorganisir kehidupan bermasyarakat agar harmonis, tertib, dan tidak merugikan orang lain. Dalam tataran ilmu sosial murni, sosiologi mempelajari masyarakat secara kontekstual. Aspek hukum yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat semestinya menjadi objek kajian penting dalam sosiologi karena kehidupan bermasyarakat dan hukum berkaitan erat. Sosiologi hukum sebagai sebuah subdisiplin dikembangkan dalam rangka melibatkan aspek hukum lebih dalam ketika mempelajari perilaku sosial kemasyarakatan.

Bagaimana hubungan antara sosiologi dan hukum?

Harus diakui, kurangnya perhatian pembelajar sosiologi terhadap hukum seakan menjadi hal yang lumrah. Namun itu bukan tanpa alasan. Kaitan antara sosiologi dan hukum secara teoritis memang berjarak. Para ahli sosiologi sangat jarang melibatkan hukum dalam objek kajiannya. Barangkali hukum kurang menarik untuk mengkaji fenomena masyarakat. Beberapa alasan yang dapat dikemukaan antara lain adalah hukum bersifat statis, terulis, detail dan jelas. Sedangkan masyarakat yang menjadi objek utama kajian sosiologi adalah entitas yang dinamis, berubah-ubah, kontekstual, dan kompleks. Kadang para sosiolog merasa kesulitan memahami data hukum yang begitu banyak dan statis ketika dikontraskan dengan realitas sosial yang terus berubah. Objek kajian menjadi semakin rumit. Hukum selalu mengikuti tren sosial dan cenderung terlambat merespon. Satu hal yang tidak kalah penting adalah sosiologi sebagai disiplin ilmu membatasi diri terhadap suatu penilain ketika mengkaji masyarakat. Sosiologi tidak menilai benar dan salah, tetapi berusaha menangkap pola-pola perilaku masyarakat yang mendasari munculnya fenomena sosial. Hukum dengan tegas menilai perilaku seseorang atau sekelompok masyarakat benar atau salah. Kenyataan yang begitu kontras ini menjadi salah satu penyebab terciptanya jarak antara sosiologi dan hukum.

pengertian sosiologi hukum

Ilmu hukum sebagai sebuah disiplin ilmu telah meneliti gejala hukum di masyarakat sejak lama. Perkembangan ilmu hukum telah menciptakan spesialisasi yang dikenal luas seperti, hukum pidana, hukum perdata, hukum tatanegara, hukum perdagangan, hukum internasional, dan sebagainya. Spesialisasi hukum yang sudah begitu banyak memunculkan pertanyaan apakah diperlukan adanya sebuah disiplin ilmu lain diluar ilmu hukum yang mempelajari hukum? Sosiologi hukum muncul dan berkembang ditengah perdebatan seberapa penting mempelajari hukum dengan pendekatan sosiologi. Kini sosiologi hukum diinstitusionalisasi menjadi mata kuliah dan banyak diajarkan di fakultas-fakultas ilmu sosial-politik dan humaniora. Dibawah ini, akan saya paparkan definisi, objek kajian, dan manfaat mempelajari hukum secara ringkas, bersumber utama dari buku ’Pokok-Pokok Sosiologi Hukum’(1980) karya Soerjono Soekanto.

Definisi sosiologi hukum

Sosiologi hukum adalah sub-disiplin sosiologi yang mempelajari pola-pola perikelakuan dalam masyarakat. Sosiologi hukum meneliti mengapa sebagian orang patuh pada hukum sedangkan sebagian yang lain melanggar aturan? Mengapa sebagaian kelompok masyarakat menjunjung tinggi peraturan pemerintah, sebagian yang lain menaati hukum adat? Mengapa pelanggar hukum, sengaja melanggar hukum? Apa kondisi sosial yang memungkinkan seseorang melanggar hukum? Bagaimana hukum dibuat? Untuk kepentingan apa dan siapa hukum dibuat? Berbagai pertanyaan kritis lainnya lumrah diajukan dan didiskusikan dalam sosiologi hukum.

definisi sosiologi hukum

Sebagai cabang ilmu sosiologi, sosiologi hukum dapat dipandang sebagai alat dari ilmu hukum dalam meneliti objeknya untuk pelaksanaan proses hukum. Sosiologi hukum juga dapat digunakan sebagai instrumen pertimbangan keputusan-keputusan hukum. Beberapa fakta hasil penelitian sosiologi hukum patan berperan dalam perumusan objek hukum. Ringkasnya, hasil penelitian sosiologi hukum dapat digunakan oleh ilmu hukum untuk memantapkan proses hukum.

Objek kajian sosiologi hukum

Beberapa objek kajian sosiologi hukum yang bisa diteliti adalah sebagai berikut:

  • Hukum dalam sistem sosial
  • Perbandingan hukum dalam masyarakat
  • Sifat hukum yang dualistis
  • Hukum sebagai alat kekuasaan
  • Kaitan hukum dengan nilai budaya
  • Hukum sebagai instrumen perubahan sosial

objek kajian sosiologi hukum

  • Hukum dalam sistem sosial

Suatu sistem hukum adalah cerminan dari sistem sosial yang lebih luas. Hukum adalah sub dari keseluruhan sistem sosial dalam masyarakat. Perlu diteliti bagaimana sistem sosial mempengaruhi hukum sebagai subsistemnya, atau sebaliknya. Hukum tercipta melalui proses timbal balik dengan sistem sosial yang lebih luas. Sampai sejauh mana proses timbal balik tersebut mempengaruhi keputusan hukum menjadi penting untuk dikaji karena bagaimanapun juga hukum tidak bisa dilepaskan dalam sistem sosial.

  • Perbandingan hukum dalam masyarakat

Meneliti hukum dalam masyarakat secara komparatif merupakan usaha untuk melihat apakah hukum ada yang berlaku universal atau selalu kontekstual. Apakah kejahatan yang sama berakibat pada hukuman berbeda di lain tempat dan waktu? Mengapa seseorang mudah dihukum dan lainnya tidak? Di Indonesia dapat dilakukan penelitian hukum yang berbeda-beda di berbagai daerah. Dapat pula meneliti penerapat hukum yang berbeda untuk orang-orang yang berbeda atas kejahatan yang sama.

  • Sifat hukum yang dualistis

Hukum disatu sisi dapat dijadikan alat bagi manusia untuk dapat mempertahankan hak-haknya, menjalani kehidupan yang harmonis untuk mencapai kesejahteraan. Kehidupan layak didambakan setiap orang. Hukum dapat berperan untuk menjamin keharmonisan sosial dan kesejahteraan masyarakat dapat tercipta. Di lain sisi, hukum dapat dijadikan alat kontrol sosial oleh segelintir orang. Sebagian kecil orang yang dinamakan elit dapat menjadikan hukum sebagai alat untuk mempertahankan kedudukan sosial dan politiknya di masyarakat, untuk mempertahankan kepemikikan kekuasaan di tangannya, sehingga sebagian besar orang yang berusaha naik kelas secara sosial terhambat.

  • Hukum sebagai alat kekuasaan

Asumsi dasar yang dapat digunakan adalah kenyamanan cenderung menolak perubahan. Segelintir elit atau penguasa yang hidup nyaman cenderung ingin mempertahankan kedudukannya. Kalau tidak, akan kehilangan kenyamanannya. Segelintir elit tersebut memiliki wewenang untuk membuat hukum, merevisi, memutuskan sesuai dengan kepentingannya. Penguasa membuat hukum yang berlaku untuknya dan masyarakat banyak, bukan sebaliknya, hukumlah yang mengatur perilaku mereka. Hukum sebagai alat kekuasaan sangat banyak contohnya. Fenomena kontrol sosial sangat dekat kaitannya dengan penyalahgunaan kekuasaan dengan membuat hukum untuk melayani kepentingannya.

  • Kaitan hukum dengan nilai budaya

Hukum yang berlaku di suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh nilai budaya yang sudah ada sejak lama. Konstitusi yang mempertimbangkan hukum adat dalam penerapan resolusi konflik, misalnya, merupakan contoh bagaimana tradisi penyelesaian konflik melalui adat diterapkan dan menjadi hukum formal yang harus dipatuhi masyarakat adat. Problem hukum yang biasanya muncul adalah ketika hukum formal dibuat tanpa mempertimbangkan nilai budaya dalam masyarakat. Di berbagai daerah di Indonesia, problem seperti ini muncul ketika pemerintah menerapkan hukum berdasarkan prinsip demokrasi yang diimpor dari luar ke masyarakat lokal yang masih memegang teguh adat nenek moyang.

  • Hukum sebagai instrumen perubahan sosial

Setiap masyarakat mengalami perubahan. Hnaya intensitas perubahannya saya yang berbeda antara kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain. Pendapat umum yang sering dikemukaan adalah masyarakat desa lebih lambat mengalami perubahan dibanding masyarakat kota. Masyarakat kota lebih cepat mengalami perubahan karena lebih intens berinteraksi dengan budaya dari kota atau negara lain di luar sana. Hukum di masyarakat dapat digunakan sebagai alat perubahan sosial dengan cara memasukkan hukum sebagai bagaian dari agenda pembangunan. Misalkan saja, pemerintah mewajibkan mahasiswa penerima beasiswa untuk mengajar di pelosok selama setahun setelah selesai studi. Jika tiap tahun ada sepuluh ribu mahasiswa selesai studi, beberapa sekolah di pelosok yang mangkrak karena kekurangan guru tidak ada lagi. Anak-anak di pelosok bisa sekolah dan mendapat ijasah. Tingkat pendidikan di pelosok naik.

Manfaat mempelajari sosiologi hukum

manfaat sosiologi hukumBerkaitan dengan apa yang telah diuraikan diawal, fungsi mempelajari sosiologi hukum yang utama adalah memberi pengetahuan konteks sosial dimana hukum dibuat dan diterapkan. Beberapa fungsi dan manfaat mempelajari sosiologi hukum adalah sebagai berikut:

  • Sosiologi hukum memberi pemahaman hukum di dalam konteks sosial
  • Sosiologi hukum dapat memberikan kemampuan untuk menganalisa efektifitas hukum dalam masyarakat, baik sebagai sarana kontrol sosial, perubahan sosial, atau pengrendali interaksi sosial sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis.
  • Sosiologi hukum memberikan kemampuan untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas hukum yang berlaku.
  • Sosiologi hukum dapat mengungkap ideologi dan kepentingan dibalik perumusan dan keputusan hukum
  • Sosiologi hukum dapat mengidentifikasi unsur-unsur kebudayaan atau agam yang mempengaruhi substansih hukum
  • Sosiologi hukum dapat mengidentifikasi aktor sosial baik lembaga maupun individu yang berpengaruh dalam pembentukan hukum
  • Sosiologi hukum dapat memaparkan seberapa tinggi atau rendah tingkat kesadaran masyarakat tehadap hukum.

Berbagai fungsi sosiologi hukum diatas sangat berguna baik untuk penelitian sosiologi maupun ilmu hukum. Subdisiplin sosiologi hukum di Indonesia masih terus berkembang seiring dinamika sosial masyarakat yang selalu tersentuh aspek hukum.

Baca juga Sosiologi Ekonomi: Definisi dan Sejarahnya