Seksisme: Pengertian & Contohnya

Seksisme merupakan ideologi yang mempromosikan prasangka atau diskriminasi berbasis seks atau gender. Ideologi ini menyasar subordinasi perempuan karena realitas historis menunjukkan perempuan berada di posisi yang didominasi, dieksploitasi dan ditindas.

Untuk memahaminya, kita bisa perbandingkan dengan rasisme. Rasisme merupakan prasangka atau diskriminasi berbasis ras. Sedangkan seksisme berbasis jenis kelamin atau gender.

Tentu saja, jenis kelamin berbeda dengan gender. Jenis kelamin dideterminasi secara biologis. Kita menerima secara pasif. Tetapi gender, kita mengonstruksikan secara aktif.

Baca juga: Gender sebagai Konstruksi Sosial

Selanjutnya mari kita membahas tentang seksisme dengan contohnya. Saya paparkan contoh sekadar ilustrasi saja untuk mudah memahami.

Pengertian seksisme

Istilah seksisme merupakan perpaduan dua kata “seks” dan “isme”. Seks artinya jenis kelamin, yaitu perempuan dan laki-laki. Sedangkan isme artinya bermuatan suatu gerakan, ideologi, nilai. Sampai disini kita pahami seksisme sebagai sebuah gerakan, bukan istilah pasif, namun aktif secara sosial.

Meskipun kategori seks ada dua, laki-laki dan perempuan. Kita tidak memposisikan keduanya secara setara. Setidaknya sejarah menunjukkan demikian.

Perempuan berada di posisi yang lebih inferior. Dianggap berbeda dari laki-laki. Sayangnya perbedaan itu menjadi justifikasi untuk mempraktikkan diskriminasi di wilayah publik, seperti sekolah, kampus, tempat kerja, atau masyarakat secara umumnya.

Sebagai contoh, perempuan dianggap lebih emosional, laki-laki lebih rasional. Penelitian neurosains atau behavioristik boleh membuktikan hal ini. Tetapi ketika berimplikasi terhadap perilaku diskriminasi, tidak bisa dibenarkan.

Karena perempuan lebih emosional, maka pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan tingkat rasionalitas tinggi tertutup baginya. Perempuan dianggap lebih cocok kerja yang berkaitan dengan jasa penerimaan komplain, ramah-tamah, mengajar karena lebih afektif ketimbang laki-laki.

Pekerjaan seperti pelayanan ini didominasi oleh perempuan, bukan karena kapabilitasnya tetapi karena jenis kelaminnya perempuan, itu saja.

Pola ini lebih halus karena kita melihat dalam konteks tempat kerja. Apa yang berlaku di masyarakat adalah laki-laki lebih cocok berada di ruang publik, sedangkan perempuan mengurus rumah tangga.

Pembagian kerja antara wilayah publik dan domestik menunjukkan kecenderunggan satu jenis kelamin mendominasi yang lain. Tentu saja kita lihat perempuan di wilayah domestik.

Bukan wilayah domestiknya yang lebih buruk dari publik atau sebaliknya, melainkan argumen bahwa perempuan tidak punya kapabilitas tampil di ranah publik. Dengan kata lain, lebih cocok mengurus rumah tangga. Sehingga perempuan tidak diberikan pilihan.

Di situlah letak diskriminasinya. Di situlah letak problemnya. Menjustifikasi inferioritas perempuan karena perempuan, itu saja, tidak ada alasan lain, adalah bentuk seksisme.

Baca juga: Apa Itu Misogini?

Kapan gerakan ini muncul?

Gerakan yang awal adalah feminisme. Seksisme baru muncul kemudian. Dugaan kuat yang diberikan oleh peneliti adalah kemunculannya tidak jauh dengan rasisme. Rasisme melihat diskriminasi berdasarkan ras.

Tidak bisa dibenarkan perlakukan tidak adil berdasarkan ras. Rasisme meletakkan salah satu ras lebih superior ketimbang ras lain.

Kalau kita baca dalam konteks rasisme di Amerika Serikat, maka warga kulit putih dianggap lebih superior. Warga kulit hitam lebih inferior. Superioritas dan inferioritas ini dilegitimasi oleh statistik. Misalnya, kebanyakan pendapatan ekonomi teratas warga adalah mereka yang berkulit putih. Kebanyakan kriminalitas dilakukan oleh warga kulit hitam.

Dengan statistik tersebut, warga kulit putih diasosiasikan dengan kemakmuran, kekayaan, bersih, beradab. Sedangkan warga kulit hitam diasosiasikan dengan kriminalitas, kejahatan, keburukan dan seterusnya.

Itulah bentuk rasisme. Logika seksisme sama saja, hanya perbedaannya berbasis pada seksualitas, jenis kelamin dan gender. Maka gerakan ini berupaya menghapus stereotipe, prasangka, dan diskriminasi yang dialami kaum yang ditindas, yaitu perempuan.