Safari Takjil

Dua jam sebelum adzan magrib dan alunan “nguuuuuuuuu……ng” berkumandang, seseorang tampak begitu sibuk memilah sebuah buku yang tersedia di rak kamar kontrakannya. Sambil bersandar bantal, ia fokus membaca. Sesekali ia membenahi sandarannya bila mulai merasa tak nyaman. Hampir satu jam lebih waktu dilewati tanpa terasa, sehingga terkesan ujug-ujug waktu berbuka sebentar lagi tiba. Setelah bacaannya yang belum rampung itu dikembalikan ke tempat semula, ia keluar kamar mengajak beberapa temannya untuk ngabuburit ke masjid. Ya, masjid menjadi tempat favorit baru untuk ngabuburit bagi sebagian mahasiswa di Yogyakarta. Mengapa demikian?

safari takjil
safari takjil

Anda pasti tahu jawabannya, apalagi kalau bukan karena disediakan kajian buka puasa dilengkapi takjil. Sekitar 500 meter dari kontrakan saya berdiri sebuah masjid yang menyediakan takjil setiap bulan Ramadan. Masjid ini selalu ramai dikunjungi menjelang buka puasa. Hampir setiap hari setelah membaca beberapa lembar halaman buku, kami se-kontrakan meluncur ke masjid, ngabuburit. Masjid dekat kontrakan saya merupakan satu dari beberapa masjid di Yogyakarta yang memang telah lama menyelenggarakan tradisi kajian buka puasa disertai takjil.

Saking seringnya ke situ, hampir-hampir saya mengenali siapa saja orang yang sering nongol menjelang berbuka. Saking seringnya pula, ada sesuatu yang mulai mengganjal dipikiran saya. Sedikit cermat mengamati, beberapa orang sepertinya punya ‘jadwal khusus’ ke masjid itu. Agaknya, menikmati buka puasa di situ sudah menjadi agenda yang sungguh-sungguh mereka rencanakan. Selama 20 hari mengamati, aku terus digeluti rasa penasaran yang akhirnya baru kemarin terungkap. Penuturan seorang teman mengatakan bahwa beberapa orang memang ada yang suka menjelajah masjid-masjid di Yogyakarta demi memburu kajian buka puasa, beberapa orang itu ia akui teman kuliahnya sendiri.

kajian buka puasaSungguh realitas sosial ala Ramadan yang unik dan menarik. Boleh dibilang, kini fenomena buka puasa Ramadan di Yogyakarta selain ngabuburit dan buka bersama adalah safari takjil. Ya, beberapa orang menjalani takjil keliling dengan mengunjungi masjid-masjid tertentu menjelang berbuka. Ketika mengamati beberapa motor yang diparkir di masjid dekat kontrakan saya, serta mengamati pakaian beridentitas kampus yang dikenakannya, dengan cepat saya dapat menyimpulkan bahwa mayoritas penikmat takjil adalah kalangan mahasiswa.

Safari Takjil, sebagai fenomena sosial yang menarik perhatian saya, sepertinya memiliki masa depan yang cerah. Tahun depan dan seterusnya mungkin bakal makin diminati, masjid-masjid makin ramai, bahkan akan menjadi trend. Bagaimana tidak, beberapa rekan yang saya survai via twitter mengakui bahwa bagi sebagian mahasiswa, bisa menikmati bulan Ramadan di Yogyakarta artinya memiliki peluang besar untuk ngirit. Sebuah penegasan status sosial yang disandangnya. Apakah safari takjil benar-benar bakal menjadi trend?