Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan & Contoh

Perdagangan internasional merupakan kegiatan pertukaran barang dan/atau jasa antar negara melalui mekanisme ekspor dan impor. Pertukaran yang dimaksud adalah transksi jual-beli.

Kebutuhan suatu negara berbeda-beda dan sumber daya yang dimilikinya juga berbeda. Hal ini memungkinkan munculnya kesepakatan antarnegara untuk melakukan pertukaran dalam bentuk ekspor dan impor.

Tujuan utamanya, tentu saja untuk memenuhi kebutuhan bersama. Tetapi realitanya, salah satu negara justru diuntungkan diatas yang lain. Hal ini memicu terjadinya ketimpangan dimana negara yang lebih kaya mendominasi, mengekstraksi dan mengeksploitasi sumber daya negara yang miskin.

Pengertian perdagangan internasional

Pengertian yang saya sampaikan sudah disinggung di atas. Yaitu praktik pertukaran dalam bentuk transaksi jual-beli dimana kebutuhan antar negara yang berbeda menjadi dasar untuk disepakati.

Perdagangan internasional idealnya dilakukan atas kehendak yang berbasis kesukarelaan. Memenuhi kebutuhan dalam negeri tidak mudah jika suatu negara tidak punya sumber dayanya. Oleh karenanya perjanjian berupa perdagangan internasional diinisiasi.

Kegiatan ekspor dan impor yang menjadi mekanisme perdagangan ini menghasilkan tiga kemungkinan. Ketiganya sangat mudah dipahami.

  • Pertama, jumlah ekspor lebih besar dari pada impor, idealnya negara mengalami surplus ekonomi
  • Kedua, jumlah ekspor setara dengan jumlah impor, idealnya negara mengalami fase ekluibirium
  • Ketiga, jumlah ekspor lebih kecil dari pada impor, idealnya negara mengalami defisit ekonomi.

Laporan perdagangan Indonesia sering kali berbunyi yang ketiga. Ketidakmampuan mengelola negara menghasilkan ekonomi defisit dari praktik perdagangan internasional.

Tujuan dan manfaat

Dalam kerangka globalisasi, ekspor dan impor menjadi suatu kebutuhan tiap negara. Bisa dibilang tidak ada satu negara pun yang terisolasi dari intervensi kepentingan negara lain untuk melakukan perdagangan.

Globalisasi: Definisi & Dampaknya

Globalisasi menekan hasrat suatu negara untuk menjadi independen dan berdaulat. Itu sisi buruk globalisasi. Oleh karenanya, kemampuan negara untuk menghasilkan daya saing yang kuat dibutuhkan di era globalisasi.

Dalam konteks perdagangan antarnegara, daya saing ini penting untuk mencapai tujuan dan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan devisan negara yang merupakan salah satu sumber pendapatan negara.
  • Memperluas lapangan pekerjaan di dalam dan di luar negeri.
  • Mencukupi kebutuhan barang dan jasa yang tidak bisa dipenuhi secara mandiri.
  • Menjaga stabilitas harga barang dan jasa dalam negeri.
  • Terjadinya alih teknologi.
  • Mendorong pertumbuhan dunia usaha.

Setelah memperhatikan beberapa tujuan dan manfaat di atas, kamu tentu melihat perdagangan ini sebagai suatu kegiatan yang menguntungkan. Pada kenyataannya tidak selalu.

Sebagai contoh, kegiatan ini dapat memperluas lapangan pekerjaan. Pertanyaannya adalah, lapangan pekerjaan untuk siapa? Kita menghadapi kenyataan kurangnya pengetahuan dan skill menjadi alasan banyak pengusaha tidak mempekerjakan orang lokal.

Menjaga stabilitas harga dalam negeri? Kebijakan impor kita tak jarang didasari oleh keinginan mengakumulasi profit para pejabat negara, alih-alih menstabilkan harga. Misalnya produksi bawang putih kita memenuhi kebutuhan nasional. Lalu, mengapa impor? Karena lebih murah. Selisihnya masuk kantong mereka yang buat kebijakan.

Ekonomi Politik: Pengertian & Paradigma

Selanjutnya, kita akan lihat beberapa contoh perdagangan internasional

Contoh perdagangan internasional

Perdagangan bilateral Indonesia-China

China memiliki proyek infrastruktur global bernama Belt and Road Initiatives (BRI). Beberapa negara seperti Indonesia menjalin kerjasama di bawah BRI. Kita merasa diuntungkan karena dibangunkan jalan, jembatan dan fasilitas publik lainnya.

Di bawah proyek itu, ekspor dan impor material dilakukan. China mengekspor teknologinya, kita menyumbang materialnya.

Contoh lain bisa kita bahas adalah proyek pengadaan bus Transjakarta antara Indonesia dan Swedia. Kita mengimpor bus Scania, merakitnya di Indonesia. Swedia mendapat apa? Mungkin bawang merah dari Brebes.

Setidaknya, melalui mekanisme ekspor dan impor, ibu kota punya moda transportasi publik berupa Transjakarta.