Penyusunan Makalah & Contoh Penulisannya

Penyusunan makalah atau paper tidak bisa dilakukan secara fleksibel. Ada struktur dasar yang menjadi kaidahnya. Tentu saja struktur dasar tersebut tidak mendetail sampai kelengkapan teknisnya, melainkan sebatas prinsip-prinsipnya saja.

Bagaimana strategi penyusunan makalah yang sesuai kaidah struktur penulisan? Artikel ini ditulis untuk menjawab pertanyaan itu. Makalah adalah karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, kita tidak bisa lepas dari kaidah menulis ilmiah, termasuk ketika menghasilkan produk berupa makalah.

Cara Membuat Makalah

Penyusunan makalah

Pertama kita lihat terlebih dahulu urutannya, yaitu sebagai berikut:

  • Cover
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Bab Pendahuluan
  • Bab Pembahasan
  • Bab Penutup
  • Referensi

Sistematika di atas merupakan sistematika penyusunan makalah yang bersifat standar. Dengan kata lain, versi sederhana dari makalah. Versi tersebut memenuhi standar prinsip dasar, sehingga dari situ penulis makalah bisa mengembangkannya sendiri.

Berikut ini penjelasan tiap bagian:

Kita bisa mulai menyusunnya dari halaman cover atau sampul. Di halaman ini, judul makalah dan identitas penulis ditampilkan. Selain itu, juga identitas instansi yang menjadi afiliasi penulis makalah. Tak jarang pula halaman cover meliputi logo instansi dan penerbit jika memungkinkan. Prinsipnya, cover adalah wajah makalah. Isi makalah direpresentasikan melalui judul.

Selanjutnya adalah lembar kata pengantar. Perlu dicatat di sini, kamu boleh pula mendahuluinya dengan halaman persembahan jika makalah yang kamu buat dipersembahkan oleh orang yang perlu kamu tulis di makalah. Tetapi lembar persembahan bukan suatu kewajiban. Bagian yang lebih baik ditulis adalah kata pengantar yang mengantarkan pembaca kepada isi dari makalah yang kamu tulis.

Kata Pengantar Makalah

Selanjutnya adalah bagian daftar isi. Bagian ini tidak perlu dijelaskan secara detail. Kamu sudah akrab dengan daftar isi. Setiap buku mengadung daftar isi yang berperan sebagai navigator pembaca buku atau makalah.

Setelah daftar isi, baru kita masuk ke bagian isi. Di bagian ini, terdapat tiga urutan yang baku. Terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup. Pendahuluan selalu di depan dan penutup selalu dibelakang.

Apa saja isinya? Sebelum masuk pada petunjuk teknis, kita perlu pahami tujuannya dulu. Pendahuluan ditulis untuk memberikan setting permasalahan yang ditulis kepada pembaca. Makalah adalah suatu karya akademik hasil penelitian. Apa yang diteliti, kudu ditunjukkan penulis dibagian pendahuluan.

Pembahasan adalah hasil analisis atau temuan penelitiannya. Temuan ini dibahas oleh penulis. Proses analisis melahirkan temuan penelitian. Hasil analisis adalah inti dari bagian pembahasan.

Sedangkan bagian penutup relatif mudah dipahami. Bagian ini berisi kumpulan paragraf singkat yang berupa simpulan dari hasil penelitian. Pembaca yang tidak punya banyak waktu biasanya dapat mengetahui inti sari dari makalah yang ditulis dengan membaca bagian penutup.

Setelah kita memahami tujuannya, kita tinggal mengatur teknik penulisannya. Setting permasalahan penelitian, bisa kita tulis di latar belakang. Selain itu juga kita bisa mengutarakannya lewat rumusan masalah yang merupakan cikal bakal formulasi pertanyaan penelitian.

Sampai di sini, kita bisa tulis bagian pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah dan pertanyaan penelitian. Tak jarang dalam ilmu sosial, rumusan masalah sudah mengandung pertanyaan penelitian, jadi bisa dipilih salah satu saja.

Sistematika menulis bagian pembahasan sangat tergantung pada hasil analisis atau temuan, dan bagaimana kita mau menyampaikannya dalam bab ini. Bagian pembahasan bahkan bisa dibuat menjadi beberapa bab sendiri. Sekali lagi tergantung bagaimana kita mau menyampaikan hasil penelitian kita.

Bagian penutup isinya adalaha kesimpulan. Tak jarang pula, penulis makalah menambahkan bagian kesimpulan dengan rekomendasi kebijakan apabila tema makalah yang dituliskannya berkaitan dengan problem kebijakan.

Selain rekomendasi kebijakan, bagian ini juga bisa diisi dengan catatan kritis, yaitu refleksi penulis terhadap temuan penelitian.

Terakhir adalah bagian referensi atau daftar pustaka. Bagian ini juga tidak perlu dibahas detail karena pembaca sudah sangat familiar.

Apabila penulis memiliki daftar dokumen yang ingin dilampirkan, misalnya berupa foto atau dokumen lainnya. Setelah referensi bisa ditambahkan lampiran.

Penyusunan makalah yang ditulis di sini sesuai dengan standar prinsip dasar penulisan makalah. Jangan takut mengembangkan subbab di tiap bagian. Asal tujuan penulisan terpenuhi tidak masalah.