Penulisan Akademik: Definisi dan Contoh

Penulisan akademik (academic writing) merupakan tulisan bergenre ilmiah yang ditulis untuk mengekspresikan pemikiran intelektual dalam suatu disiplin ilmu tertentu.

Definisi tersebut menekankan adanya suatu konsep ilmiah yang manjadi basis dari tulisan akademik. Banyak peneliti pemula atau mahasiswa kesulitan membuat tulisan akademik. Sering kali penyebabnya bukan karena tidak mengerti definisinya, melainkan tidak terbiasa menulisnya.

Artikel ini akan mengulas secara berbeda apa itu penulisan akademik disertai contohnya. Ulasan disertai contoh sengaja dipaparkan agar pembaca bebas mengembangkan definisi dari suatu pengertian tulisan akademik yang sebenarnya beragam.

Pengertian dan contoh penulisan akademik

Di kelas, saya selalu menekankan bahwa tulisan akademik merupakan suatu karya pemikiran intelektual yang lahir dari proses penelitian ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu.

Tulisan akademik selayaknya mengekpresikan pemikiran penulisanya. Jadi tidak sekadar kumpulan pemikiran orang lain yang ditulis lewat kutipan-kutipan.

Tulisan itu juga merupakan produk dari penelitian imiah. Istilah ilmiah tidak steril dari perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa proses penelitian ilmiah melibatkan data empirik. Namun ada pula bahwa refleksi filosofis dan metafisik juga bisa disebut ilmiah.

Metode Ilmiah: Pengertian, Jenis & Contoh

Kita tidak perlu masuk ke ranah perdebatan ontologis apa itu limiah. Lebih baik kita serahkan perdebatan itu pada para ahli filsafat ilmu. Kita gunakan saja pengertian sederhana bahwa adanya suatu data yang valid cukup untuk menjadi modal dilakukannya penelitian ilmiah.

Selanjutnya, tulisan akademik berada dalam koridor disiplin ilmu tertentu. Pengertian ini untuk memahami kewajaran bahwa beda disiplin ilmu, bisa beda gaya penulisan ilmiahnya.

Bagaimana menulisnya?

Sebagai contoh, tulisan antropologi berbeda dengan tulisan sosiologi. Gaya atau tone penulisannya berbeda. Tidak hanya itu, istilah-istilah yang digunakan juga bisa berbeda meskipun yang dimaksud penulisnya sama.

Misalnya seperti ini. Jika kamu belajar sosiologi, kamu akan mempelajari tentang perubahan sosial. Istilah perubahan dalam penulisan akademik bisa ditulis secara berbeda. Kamu perlu lebih sensitif untuk bisa memilihnya secara tepat.

Apa yang saya maksud adalah kapan kamu menggunakan istilah “perubahan”, kapan “transformasi”, kapan “dinamika”, dan sebagainya. Ketiga istilah tersebut sama-sama ingin menunjukkan makna tentang suatu perubahan sosial. Tetapi tidak mudah menentukan mana yang paling tepat.

Ketika kamu sedang melakukan riset tentang perubahan jumlah penduduk di suatu negara, maka istilah “dinamika” bisa mengarahkan pada konotasi makna yang lebih tepat, ketimbang “transformasi”, misalnya.

Perubahan Sosial: Pengertian dan Contohnya

Jika kamu belajar antropologi, bisa jadi pilihannya lain lagi. Ketika melakukan studi tentang perkembangan pola hidup kelompok etnis, istilah “transformasi” mungkin jauh lebih tepat ketimbang “dinamika”.

Dari pemaparan contoh di atas, kita tau bahwa menulis akademik tidak mudah. Stardar teknis penulisan mudah saja dipelajari, tetapi praktik menulis tidak bisa membohongi kita apakah kita sudah paham betul bagaimana menulis akademik yang benar.

Untuk mengatasi persoalan praktik kepenulisan, saya selalu mendukung anjuran untuk lebih banyak memperkaya pilihan kata yang maknanya sama. Ini suatu strategi yang mudah tetapi sekaligus sulit karena seseorang harus menginvestasikan banyak waktunya.

Tidak ada jalan pintas di sini. Membaca adalah satu-satunya jalan. Mungkin banyak jalan lain tetapi waspadalah karena bisa jadi jalan buntu.

Kesadaran menentukan diksi adalah satu hal. Tetapi untuk mencapai kesadaran itu, kamu perlu memiliki keranjang yang isinya banyak pilihan kata. Seberapa banyak isi keranjang itu ditentukan oleh seberapa kapasitas pikiran kamu memahami bacaan. Memperkaya pilihan kata adalah satu jalan menuju peningkatan skill penulisan akademik yang mumpuni.