Pengertian Teori: Penjelasan Singkat

Pengertian teori yang dipaparkan di sini akan disampaikan secara singkat secara definitif dan melalui contoh. Teori sering kali kita dengar baik di ruang akademik atau dalam kehidupan sehari-hari di luar kelas.

Sering pula kita dengar ucapan yang berkaitan dengan teori, seperti: “ah cuma teori”, yang menekankan pada tidak begitu pentingnya teori. Secara implisit, ungkapan itu juga menunjukkan bahwa ada suatu hal yang lebih penting untuk diperhatikan, yaitu praktik.

Tetapi, barangkali kita juga pernah mendengar orang bilang bahwa banyak orang asal berbuat tanpa tau teorinya, yang menekankan arti penting teori.

Teori-Teori Sosiologi

Kita bicara teori, sebenarnya apa itu teori?

Pengertian teori

Teori dapat dipahami sebagai ide-ide, asumsi atau hipotesis yang diekspresikan melalui hubungan antar variabel atau konsep yang menjelaskan tentang apa, bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi.

Definisi tersebut tentu saja sangat umum dan luas. Jika dikontekskan dalam ilmu sosial, maka yang mencoba dijelaskan dalam definisi teori adalah bagaimana fenomena sosial terjadi.

Kalau kita memahami teori dalam konteks ilmu nonsosial, maka teori tampak sebagai suatu yang ‘sudah selesai’. Teori itu dihasilkan oleh penelitian yang mendapatkan posisi yang mapan.

Coba kamu pikirkan tentang teori gravitasi yang bisa menjelaskan tentang mengapa kelapa jatuh dari pohonnya.

Tetapi dalam ilmu sosial berbeda. Teori memiliki pengertian yang lebih kompleks dan dinamis. Beragam fenomena sosial bisa sama-sama dijelaskan menggunakan teori yang berbeda.

Coba kamu pikirkan tentang teori pertukaran sosial untuk menjelaskan mengapa seseorang membuat thread di media sosial yang isinya promosi produk kecantikan.

Tanpa mendapat imbalan finansial, seseorang rela mereview produk komersial di media sosial. Teori pertukaran sosial berupaya menjelaskan mengapa fenomena itu terjadi.

Salah satu penjelasannya adalah, karena ada suatu hal yang dipertukarkan dengan aktivitas dirinya membuat thread, yaitu akumulasi atensi yang diukur dengan meningkatnya jumlah followers.

Tentu saja, itu satu teori yang bisa menjelaskan. Tetapi ada teori lain yang juga bisa menjelaskan. Misalnya, teori mobilitas sosial.

Seseorang melakukan panjat sosial sebagai bagian dari upayanya melakukan mobilitas sosial vertikal. Salah satu aktivitas yang dikerjalan adalah secara intens posting di media sosial, mereview produk-produk kecantikan supaya followers naik.

Sampai disini, kita sudah mendapat ilustrasi tentang bagaimana dalam ilmu sosial, teori bukan suatu kebenaran yang tunggal dan universal untuk menjelaskan satu fenomena.

Satu kata kunci yang bisa kita ambil dari pengertian teori adalah penjelasan. Teori merupakan penjelasan. Penjelasan ini melibatkan konsep, variabel atau hipotesis.

Apa yang dijelaskan? Mekanisme bagaimana dunia bekerja. Perlu dicatat juga bahwa apa yang dijelaskan oleh teori adalah sutau fenomena sosial yang spesifik dan kontekstual.

Metode Penelitian: Pengertian, Jenis & Contohnya

Definisi teori secara etimologis

Kalau mau memahami teori secara etimologis atau asal-usul katanya, boleh saja. Pemahaman ini menurut saya berguna, namun sebagai suplemen pengertian yang sudah diuraikan di atas.

Teori dalam bahasa Latin disebut ‘theoria’. Dalam bahasa Yunani disebut ‘the oria’. Ini menurut leksikografer yang meneliti jejak asal-usul katanya.

Kalo diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi ‘to look at’, ‘to observe’ atau ‘to contemplate’. Artinya, melihat, mengamati, dan mengkontemplasikan.

Dari uraian di atas, kita dapati bahwa teori berkaitan dengan aktivitas menggunakan pikiran dan indra terutama mata dalam rangka mencari tau.

Teori juga bisa dipahami sebagai kata benda atau kata kerja atau sekaligus keduanya. Sebagai kata kerja, teori merupakan suatu aktivitas. Artinya, upaya seseorang untuk menjelaskan fenomena.

Kita membuat teori melalui upaya keras yang sistematis sehingga mendapatkan penjelasan yang bisa dijabarkan menggunakan hubungan antar konsep atau variabel.