Pengertian Politik Menurut Para Ahli

Pengertian politik menurut para ahli yang akan dipaparkan di sini dimulai dari pendapat filosof besar Aristoteles, diikuti beberapa pemikir dan penulis buku tentang politik.

Jika bisa dibagi menjadi dua skema besar, pengertian politik menurut para ahli mengarah pada pendefinisian politik sebagai ‘entitas tunggal’ yang didefinisikan sebagai negara dan intentitas yang menyatu pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kita bisa merujuk pengertian politik menurut para ahli berdasarkan dua skema di atas. Tetapi kita mulai dari Aristoteles, yang tercatat sebagai orang pertama yang menggunakan istilah itu.

Aristotle menyebut manusia sebagai zoon politikon. Artinya manusia merupakan makhluk politik. Interaksi antarmanusia, menurut Aristotle merupakan relasi politik.

Apa maksudnya? Kita perlu menggunakan kata ‘pengaruh’ di sini. Interaksi antar manusia adalah interaksi saling mempengaruhi. Kecenderungan untuk saling mempengaruhi ini tak bisa dihindari dan praktik ini adalah politik.

Sebagai contoh, kamu mentraktir teman-temanmu karena kamu ulang tahun hari ini. Temanmu mengikuti keinginanmu. Maka, mentraktir adalah politik.

Kamu mengerjakan tugas yang perintahkan oleh guru atau dosenmu. Aktivitas mengerjakan tugas adalah produk politik. Kemampuan seseorang untuk menolak atau menerima tawaran, juga merupakan sumber daya melakukan aktivitas politik.

Politik menurut Aristoteles merupakan salah satu aktivitas antarmanusia yang paling dasar. Sekarang kita simak pendapat dari para ahli lainnya.

Budaya Politik: Pengertian & Contohnya

Pengertian politik menurut para ahli

Karl W. Deutch mendefinisikan politik sebagai persoalan bagaimana orang menentukan nasibnya melalui pembuatan keputusan menggunakan fasilitas publik.

Harold D. Lasswell menyebut bahwa politik adalah tentang siapa mendapat apa dengan cara bagaimana

Kedua ahli tersebut mendefinisikan politik secara prinsipil sekaligus memberi ruang pada politik untuk beroperasi pada level yang personal. Menurutnya, politik tidak bisa lepas dari setiap aktivitas manusia.

Kalau kita mau melihat politik sebagai suatu entitas lain di luar diri, maka beberapa pengertian politik menurut para ahli berikut bisa membantu memberikan petunjuk.

David Easton mengatakan bahwa politik melingkupi segala macam aktivitas yang mempengaruhi kebijakan yang dibuat otoritas.

Joyce Mitchell mendefinisikan politik sebagai pengambilan keputusan secara kolektif atau membuat keputusan untuk seluruh masyarakat.

Johan Kaspar Bluntschli mengartikan politik sebagai ilmu mengamati urusan negara.

Dari definisi diatas, kita dapat melihat pengertian politik sebagai bagian dari aktivitas pengambilan keputusan. Di sini, politik sangat dekat dengan bagaimana kebijakan dibuat oleh otoritas.

Definisi politik yang dipaparkan di atas berhubungan dengan bagaimana ilmu politik modern didefinisikan.

Kita juga bisa melihat apa yang dipelajari di ilmu politik untuk memahami apa itu politik.

J. Barents menyebutkan bahwa ilmu politik merupakan studi tentang kehidupan suatu negara, yaitu bagaimana negara menjalankan tugasnya.

Roger F. Soltau secara lebih detail mengatakan bahwa ilmu politik mempelajari negara dan tujuan negara beserta perangkat-perangkatnya dalam mencapai tujuannya. Selain itu juga mencakup relasi antara negara dan warganya.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Selain negara, apa yang dipelajari dalam ilmu politik mencakup beberapa elemen dasar seperti kekuasaan, kebijakan, distribusi dan alokasi.

Jika kita mengamati urusan negara, sering kali kita tidak bisa lepas dari bagaimana kekuasaan diperebutkan, bagaimana sumber daya dialokasikan dan bagaimana kebijakan didesain. Persoalan makro itu dipelajari dalam ilmu politik.

Meskipun pengertian politik dapat dipahami secara mikro, bahkan sampai pada level yang personal, ilmu politik cukup jarang membahas persoalan mikro. Jika relasi antarmanusia menurut Aristoteles adalah hubungan politis, mengapa kita jarang mendiskusikan relasi pertemanan, misalnya sebagai upaya siapa mendapatkan apa dengan cara bagaimana?