Pelanggaran HAM di Indonesia: Jenis & Contohnya

Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) kerap terjadi baik pada level yang berat maupun ringan. Untuk mengetahui apa itu pelanggaran HAM, tentunya kita harus sudah sampai pada pemahaman di luar kepala apa itu HAM.

HAM merupakan seperangkat hak yang melekat pada martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME. Oleh karena hak ini pemberian, maka perlu dijaga, dihormati, dilindungi dan dijunjung tinggi. Siapa yang melindungi? Negara sebagai penjaminnya.

Hak Asasi Manusia: Pengertian dan Contohnya

Apabila hak ini tidak dilindungi, dihormati dan dijaga, bahkan sampai diabaikan atau dicabut, maka artinya terjadi pelanggaran HAM. Jadi, sederhana saja pengertian pelanggaran HAM yang dimaksud di sini.

Sekarang saatnya kita melihat jenis-jenisnya, sebelum membahas beberapa contohnya.

Jenis-jenis HAM

  • Hak asasi pribadi, misalnya kebebsan untuk memilih dan menjalankan agamanya masing-masing
  • Hak asasi politik, misalnya kebebasan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum
  • Hak asasi hukum, misalnya mendapat perlakuan yang sama di mata hukum
  • Hak asasi peradilan, misalnya mendapat pembelaan di pengadilan
  • Hak asasi ekonomi, misalnya kebebasan melakukan jual-beli yang sah
  • Hak asasi sosial budaya, misalnya kekebasan memperoleh pendidikan dan kesehatan

Memahami kategorisasi HAM seperti di atas penting agar kita mengetahui keragaman hak yang melakat pada diri kita. Tidak hanya itu bahkan, kita dapat mengetahui koridor atau batasan sampai sejauh mana hak kita perlu dilindungi.

Kita sedang membahas pelanggaran HAM di Indonesia. Bila merujuk pada jenis-jenis HAM di atas, apakah kamu pernah menjadi korban pelanggaran HAM?

Sangat mungkin pernah, hanya saja tidak berat. Misal, ditilang polisi lalu ditanya apakah punya kenalan yang bekerja di kepolisian. Jika tidak punya, maka tilang jalan terus. Jika punya dan bisa menyebutkan namanya, aman.

Inilah bentuk pelanggaran HAM yang sering rakyat alami. Lagi-lagi oleh institusi yang mestinya menjadi penegak hukum.

Contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia yang akan dipaparkan berikut adalah pelanggaran HAM di Indonesia yang berat-berat saja. Setidaknya dikategorikan sebagai planggaran HAM berat. Tidak semuanya bisa saya paparkan karena daftarnya banyak sekali.

Contoh pelanggaran HAM

Di era Orde Baru pada 27 Juli 1996 ada pelanggaran HAM yang dikenal dengan kasus Tanjung Priok.

Adapula kasus yang sampai sekarang masih misterius namun dianggap salah satu pelanggaran Hak Asasi Manusia terberat di dunia, yaitu kasus 1965.

Tidak hanya di era Orde Baru, di era Reformasi juga terjadi beberapa kali pelanggaran HAM, seperti perusakan rumah-rumah ibadah di Timur Leste, Tragedi Semanggi, Konflik Ambon dan Konflik Poso.

Karakteristik pelanggaran Hak Asasi Manusia yang disebutkan di atas adalah kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap warga sipil yang menyebabkan hilangnya nyawa. Hal ini memperlihatkan tidak adanya perlindungan negara terhadap hak untuk hidup. Bahkan negara sendiri yang menghilangkan nyawanya.

Sebenarnya esensi dari Hak Asasi Manusia bersifat universal. Aparat juga manusia yang punya hak sebagai manusia. Tetapi karena aparat adalah bagian dari ‘tubuh’ negara maka punya kuasa untuk melindungi dirinya sendiri.

Baca juga: Unsur-Unsur Negara

Maka yang dimaksud perlunya perlindungan negara dalam konsep tentang HAM adalah mereka yang ‘tubuhnya’ diluar negara, yaitu rakyat sipil.

Berkaitan dengan contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia yang sudah disebutkan di atas, sejauh mana penanganannya berbeda-beda. Sebagian besar belum tuntas, karena memang mengakui bagian mana dari tubuhnya yang melanggar HAM bukan perkara mudah.

Di rezim yang dipimpin orang berlatar belakang sipil, menuntaskan perkara HAM di masa lalu juga bukan perkara mudah.

Problemnya adalah jika rezim yang terpilih sudah berjanji akan menuntaskan persoalan HAM, namun janji tersebut tinggal janji, apakah rezim itu boleh dituduh sebagai bagian dari pelanggar HAM juga?