Patologi Sosial: Pengertian dan Contohnya

Patologi sosial secara singkat dapat dipahami sebagai penyakit sosial. Arti kata patologi adalah penyakit. Istilah ini diadopsi dari ilmu alam, khususnya ilmu kesehatan. Di bidang ilmu sosial, patologi dipopulerkan oleh Sosiolog klasik Emile Durkheim.

Pengertian patologi sosial

Jika kita memahami masyarakat sebagai sistem organisme, istilah patologi dapat digunakan untuk menjelaskan adanya penyakit yang menjangkiti masyarakat. Menggunakan analogi organisme, penyakit adalah sesuatu yang berbahaya sehingga harus diobati ketika menjangkiti tubuh atau organisme. Bahkan sebisa mungkin diantisipasi kemunculannnya.

Dalam konteks sosial, patologi juga harus dieliminasi karena berbahaya bagi keberlangsungan masyarakat. Bagi Durkheim, patologi berbahaya bagi kelangsungan sistem sosial secara lebih luas. Pengertian patologi dapat dideskripsikan sebagai penyakit sosial yang ada di masyarakat.

Bagaimana mengidentifikasi suatu permasalahan sebagai patologi sosial? Di sini letaknya sisi kontroversial teori Durkheim. Suatu permasalahan sosial bisa dikategorikan sebagai patologi ketika permasalahan itu berpotensi meruntuhkan sistem sosial yang mapan. Sistem sosial rentan runtuh bila norma sosial tidak dipelihara oleh anggota masyarakat.

Jika demikian, hampir semua permasalahan sosial adalah patologi sosial? Memang demikian, karena hanya faktor-faktor yang dapat menjaga keberlangsungan masyarakat yang tidak patologis. Namun perlu dicatat, bahwa patologi sosial tidak selamanya mengancam, tergantung pada level bahayanya.

Sistem Sosial: Pengertian dan Contohnya

Patologi ada kalanya dibutuhkan untuk tetap memenuhi kebutuhan sistem sosial. Kriminalitas adalah patologi sosial yang dieliminasi oleh masyarakat melalui instrumen negara. Namun tingkat kriminalitas yang nol mengancam keberadaan reserse kriminal.

Penekanan pengertian patologi dengan demikian tidak pada upaya mengeliminasinya, melainkan pada proses terciptanya patologi itu dalam struktur sosial masyarakat.

Contoh patologi sosial

Rasisme

Perilaku rasis adalah perilaku sosial yang patologis. Pembedaan masyarakat secara horizontal secara ras seharusnya tidak melahirkan perlakukan yang berbeda. Warna kulit tidak menentukan kelas sosial seseorang, itu seharusnya. Namun senyatanya rasisme eksis di masyarakat

Korupsi

Korupsi adalah penyakit sosial yang dapat menjangkiti semua level masyarakat. Dari level terendah sampai tertinggi, perilaku korup bisa muncul. Namun demikian, korupsi sebagai penyakit yang berbahaya adalah korupsi yang dilakukan para elit.

Kemiskinan

Kemiskinan menjadi patologi sosial karena kehadirannya mengancam sistem sosial. Problem sosial yang lahir dari akar kemiskinan tak terhitung jumlahnya. Orang melakukan tindak kriminal karena kondisi hidupnya yang miskin, misalnya.

Diskriminasi

Perilaku diskriminatif adalah penyakit sosial. Diskriminasi bisa lahir dari berbagai faktor yang sepele, misal perbedaan atribut. Sebagai contoh, tinggi badan seseorang adalah atribut yang bisa menjadi basis munculnya diskriminasi. Gender adalah atribut yang bisa menciptakan diskriminasi.

Norma Sosial: Pengertian dan Contohnya

Berbagai contoh lain bisa menunjukkan praktik patologi sosial. Kadang tanpa sadar kita menjadi bagian dari patologi itu sendiri. Misalnya, kita makan makanan yang tidak higenis sehingga melahirkan wabah virus yang menular. Virus bukan patologi sosial, tetapi perilaku kolektif mengonsumsi makanan kotor adalah patologi sosial.

Sampai di sini kita memahami bahwa patologi sosial diproduksi oleh perilaku sosial. Perlu dicatat, produksi patologi sosial berlangsung dalam struktur sosial tertentu yang menopang perilaku patologis tersebut.

Dengan kata lain, lahirnya patologi sosial tidak lepas dari struktur sosial. Misalnya, di suatu masyarakat yang norma sosialnya mendukung serawung antar tetangga. Jika ada pendatang yang menutup terus pintu rumahnya, perilaku pendatang tersebut bisa diangap patologis. Norma serawung bisa hilang jika makin banyak perilaku menutup rumah dipraktikkan.

Berbeda dengan tinggal di suatu kampung yang berada di daerah kos-kosan dimana penduduk kampung tersebut kebanyakan penghuni kos yang tinggal sementara lalu pergi. Penghuni kos biasanya tidak mengenal tetangganya satu sama lain. Sehingga wajar jika di kampung semacam itu tidak ada program guyub seperti senam sehat atau pengajian.