Pasar Bebas: Pengertian, Tujuan, Contoh

Pasar bebas merupakan suatu sistem ekonomi yang mendorong seminimal mungkin intervensi negara terhadap ekonomi. Dalam Bahasa Inggris disebut Free Market. Istilah lain yang populer dalam dunia akademis adalah laissez faire.

Sistem ekonomi ini tidak pernah selesai diperdebatkan oleh para pendukung dan penentangnya. Laissez faire diyakini merupakan sistem ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat, tetapi juga diyakini paling buruk yang pernah ditemukan manusia.

Kita ulas secara ringkas apa itu free market dalam artikel ini. Di sini, saya gunakan istilah pasar bebas bergantian dengan istilah lain seperti yang disebutkan di atas agar pembaca familiar dengan keragaman istilah dengan makna yang sama tersebut.

Pengertian pasar bebas

Free market adalah sistem ekonomi berbasis pasar dimana pajak, tarif, kontrol pertukaran produk, harga, kuota produk dan sebagainya yang dipertukarkan memperoleh intervensi seminimal mungkin dari negara, kalau tidak dikatakan nihil sama sekali.

Artinya, sistem ekonomi ini berbasis pada lepas tangan pemerintah. Ekonomi ideal menurut sistem ini, sebaiknya tidak melibatkan campur tangan pemerintah. Ekonomi semestinya tidak diatur, melainkan dibiarkan bekerja secara ‘alamiah’.

Eksistensi aturan atau regulasi dalam sistem ekonomi laissez fraire semestinya minimal. Secara aktual memang tidak ada negara yang menyerahkan 100% ekonominya ke pasar. Regulasi untuk ekonomi eksis di semua negara. Perbedaannya adalah pada sejauh mana regulasi itu mengatur.

Oleh karena itu, pasar bebas juga bisa dipahami dalam spektrum seberapa banyak regulasi yang mengatur ekonomi.

Ekonomi adalah soal mengalokasikan sumber daya. Dalam proses alokasi suber daya ini, hukum permintaan dan penawaran berlaku. Banyak ekonom neoliberal meyakini bahwa dalam sistem free market, alokasi sumber daya dipertukarkan secara lebih efisien.

Banyak sosiolog dan ilmuwan sosial yang lebih kritis meyakini bahwa ekonomi harus diatur. Peran negara penting untuk redistribusi sumber daya. Alasan utamanya adalah mencapai keadilan dan mereduksi ketimpangan sosial.

Kesenjangan Sosial: Pengertian dan Contohnya

Free market berdiri di atas keyakinan bahwa ekonomi mampu mengatur dirinya sendiri. Pengaturan ini berlangsung tidak lepas dari peran the invisible-hand atau tangan tak terlihat. The invisible-hand adalah suatu pengaturan diri sendiri dimana mayarakat akan untung bila setiap individu mengejar kepentingan individualnya masing-masing.

Kita akan membahas prinsip ini secara lebih detail di bagian contoh. Sebelumnya, kita perlu ulas tujuan free market secara singkat.

Tujuan pasar bebas

Meningkatkan efisiensi ekonomi

Ekonomi diyakini berjalan lebih efisien dengan laissez faire. Apabila setiap individu mengejar keuntungan pribadi, maka harga produk cenderung dijual lebih rendah. Hal ini karena permintaan pasar membuatnya demikian. Penjual harus menurunkan harganya agar produknya laku. Pasar dinilai lebih efisien dalam mengatur ekonomi ketimbang regulasi pemerintah.

Meningkatkan kualitas produk

Kualitas produk diyakini lebih tinggi jika ekonomi diatur oleh pasar karena orang akan membuat produknya lebih kompetitif supaya laku dipasar atau laku dijual. Kompetisi yang fair adalah mekanisme ekonomi ideal yang didorong pasar bebas.

Mengurangi intervensi politik dalam ekonomi

Kepentingan politik individu dianggap sebagai penyakit yang membahayakan tatanan ekonomi yang fair. Regulasi pemerintah adalah produk politik yang dibuat untuk tujuan politis. Harga produk yang diatur oleh pemerintah beresiko disalahgunakan oleh sejumlah orang untuk kepentingan politiknya. Oleh karena itu, harga ideal sebaiknya diserahkan ke pasar.

Baca juga: Ekonomi Politik

Contoh pasar bebas

Sekali lagi, sistem ekonomi akan menguntungkan bagi masyarakat secara luas apabila setiap individu percaya pada mekanisme pasar untuk mengatur ekonomi.

Misal, penjual batu akik memamerkan dagangannya di pinggir jalan. Batu akik bacan ijo dijual 1 juta rupiah. Keesokannya, penjual lain berdagang disebelahnya, menjual produk yang sama dengan harga 500 ribu rupiah.

Dalam seminggu kita mendapati selusin penjual batu akik memamerkan bacan ijo. Bacan ijo tidak langka karena banyak dijual. Penjual tidak dapat uang bila tidak laku. Oleh karena itu, dalam kerangka kompetisi membuat dagangannya laku, masing-masing pedagang menurunkan harganya.

Batu bacan ijo akhirnya dijual sesuai dengan harga pasar 100 ribu rupiah. Masyarakat diuntungkan karena harganya turun drastis. Dengan kata lain, masyarakat diuntungkan oleh sistem kompetisi yang dibentuk oleh mekanisme pasar.

Dalam sistem ekonomi pasar bebas, setiap komoditas diserahkan ke pasar atau setidaknya memperoleh seminimal mungkin intervensi negara.