Modal Sosial: Pengertian dan Contohnya

Modal sosial atau kapital sosial berkaitan erat dengan hubungan sosial antar aktor beserta potensi-potensi yang menguntungkan dari hubungannya tersebut. Untuk memahami modal sosial secara mudah, kamu bisa bandingkan dengan konsep modal lainnya, misalnya modal finansial. Modal finansial berhubungan dengan kepemilikan sumber daya berupa uang yang bisa dipertukarkan untuk sesuatu yang menguntungkan.

Orang yang punya modal finansial ingin menukarkan penyakit yang dideritanya dengan kesehatan, maka orang itu tinggal pergi ke doktor, menjalani pengobatan hingga sembuh. Modal sosial juga berupa kepemilikan sumber daya namun bukan uang, melainkan sosial. Apa itu sumber daya sosial?

Pengertian modal sosial

Pengertian modal sosial secara sederhana dapat dipahami sebagai kepemilikan kepercayaan dalam konteks relasi atau hubungan sosial. Memiliki hubungan dengan orang lain belum tentu menunjukkan adanya kapital sosial jika dalam hubungan tersebut tidak ada kepercayaan.

Kepercayaan dalam konsep modal sosial merupakan elemen penting yang melahirkan adanya potensi-potensi yang menguntungkan dalam relasi sosial. Potensi yang menguntungkan disini maksudnya adalah dapat dipertukarkan dengan modal lain, atau apa pun yang menjadi tujuan pemilik kapital sosial.

Untuk memahami lebih detail tentang pengertian modal sosial, kita perlu melihat pada contoh-contohnya. Sering kali modal sosial tidak muncul dalam narasi keberhasilan atau capaian-capaian individu. Hal ini selain karena tidak kelihatan, ukuran kesuksesan individu juga cenderung didominasi oleh hitungan yang konkret dan matematis.

Hubungan Sosial: Pengertian dan Contohnya

Beberapa contoh modal sosial

Pertemanan

Pertemanan yang dimaksud adalah jejaring pertemanan. Kita mengandaikan bahwa pertemanan menekankan adanya hubungan baik, sebut saja keintiman emosional antar teman. Pertemanan tampil dalam ekspresi kebersamaan dimana individu yang berteman menghabiskan waktu bersama dalam kerangka pertemanan. Individeu juga menyadari bahwa teman adalah status yang sama-sama disandangnya ketika menjalin relasi.

Pertemanan merupakan bentuk modal sosial ketika dalam praktiknya menunjukkan support sosial. Misalnya, ketika salah seorang sakit, tidak ada keluarga yang menemaninya, lalu temannya menemaninya berobat ke puskesmas. Contoh seperti itu menunjukkan pertemanan sebagai kapital sosial.

Kepercayaan

Kepercayaan adalah bentuk modal sosial yang tak tergantikan. Kepercayaan di sini harus dipahami dalam konteks hubungan antar manusia. Kita bisa punya kenalan orang-orang penting, punya banyak teman sukses, punya keluarga tajir, dan seterusnya. Namun tanpa kepercayaan, hubungan tersebut tidak bisa dilihat sebagai modal sosial karena tidak bisa dikonversi dalam bentuk apapun.

Oleh karena itu, relasi sosial tidak selalu menjadi modal sosial. Kepercayaan sebagai wujud modal sosial bisa terlihat ketika dapat dikonversi menjadi modal lainnya. Misal, kamu mau beli masker tetapi tidak punya uang. Lalu kamu mendatangi tetanggamu untuk pinjam uang. Kepercayaan menentukan apakah pada akhirnya kamu bisa beli masker atau tidak.

Komunitas

Bergabung menjadi bagian dari anggota komunitas adalah suatu bentuk modal sosial. Dengan catatan, komunitas di sini merefleksikan adanya kesamaan atau kemiripan preferensi, norma atau bahkan nilai yang dianut oleh anggotanya. Selain itu, masing-masing anggota komunitas menumbuhkan rasa memiliki komunitas tersebut.

Sebagi contoh, kamu ikut komunitas traveling, di komunitas tersebut, jalan-jalan murah adalah norma yang dianut bersama. Informasi tentang tiket penerbangan murah disirkulasikan dalam komunitas tersebut, sehingga kamu bisa mendapatkannya dan melakukan jalan-jalan murah. Komunitas menjadi ruang akumulasi kapital sosial dalam bentuk memperoleh informasi tiket murah.

Perbedaan Paguyuban dan Patembayan

Modal sosial selalu tak kasat mata karena terletak pada relasi sosial yang abstrak dan dinamis. Dalam relasi sosial, terdapat konsep kepercayaan yang tidak tergantikan. Kepercayaan seketika bisa menjelma menjadi ketidakpercayaan apabila ada konflik yang muncul tanpa ditangani.

Sampai di sini, kita dapat memahami bahwa inti dari modal sosial adalah kepercayaan. Bentuknya bisa bermacam-macam sebagaimana bentuk relasi sosial yang bermacam-macam.