#Lowker: Cara Baru Cari Kerja

Cari kerja di era digital bisa dilakukan dengan cepat, yaitu cukup dengan ngetik tagar #Lowker di kolom search platform media sosial. #Lowker adalah fenomena baru cari kerja saat ini yang menggantikan cara lama. Tiap hari ada ratusan lowongan kerja yang bisa ditemukan. Tapi pertanyaannya, apakah itu memudahkan orang dapat kerja?

Itulah problem yang coba diatasi oleh Tech Talent Recruitment Platform EKRUT. Di EKRUT, tantangan pencarian kerja era kekinian bisa diatasi. Kamu bisa dengan mudah ditemukan oleh perusahaan, unicorn atau startup mapan yang membutuhkan talentamu. Yuk, kita ulas tantangan cara baru cari kerja di era #Lowker dan apa keuntungannya jika kamu gabung EKRUT.

Pencarian kerja via #Lowker

Kita cari tau dulu, kalo misalnya kamu lagi cari kerja lalu ngetik tagar #Lowker di kolom percarian medsos, ada berapa konten lowongan kerja yang bakal kamu dapat. Kita gunakan data dari Instagram yang diposting tanggal 1 s/d 20 di bulan Oktober 2020 saja. Selama 20 hari, ada 3440 lowongan kerja yang bisa kamu temukan. Cukup banyak ya? Berikut jumlah per harinya: 

pencarian kerja

Jadi, rata-rata tiap hari ada ratusan, dari 100 sampai bahkan lebih dari 200 lowongan kerja. Tiap weekend (tanggal 4, 11, 18), nggak banyak konten #Lowker yang diposting, tapi di weekdays memuncak. Alasannya mudah diduga, perusahaan nggak melakukan rekrutment di hari libur.

Tapi pencarian kerja bisa aja dilakukan di hari Sabtu atau Minggu, kan? Ini yang membedakan cari kerja jaman sekarang dengan dulu. Nggak lagi bawa stopmap “mondar-mandir di keramaian kota, hati yang bingung lamaran kerja di tolak”. Pencarian kerja jaman sekarang bisa kapanpun dilakukan termasuk pas weekend.

By the way, kalo cari di #Lowker, seberapa besar peluang dapetnya? Kita bahas dari salah satu aspek aja nih, misalnya gender. Siapa yang paling banyak peluangnya, laki-laki atau perempuan? Ternyata, hasilnya seperti ini:

cari kerja

Lowongan kerja yang mensyaratkan perempuan atau wanita lebih banyak ditawarkan ketimbang laki-laki. Peta demografi ini menunjukkan kebutuhan akan talenta perempuan yang lebih banyak. Tapi, apakah artinya peluangnya untuk perempuan juga lebih besar?

Sebenarnya belum tentu, karena kita tau peluang itu ditentukan juga oleh faktor lain, misalnya seberapa banyak pelamar yang ada. Kalo banyak perempuan yang cari, maka persaingannya akan tinggi. Begitu juga untuk laki-laki, lowongan kerja yang ditawarkan lebih sedikit, tapi kalo pelamarnya sedikit, persaingannya juga tidak terlalu kompetitif.

Untuk melihat peluang dari sisi yang lain, kita bisa periksa seberapa banyak #Lowker yang diposting dan di-like oleh netizen. Postingan di-like artinya disukai atau diapresiasi. Setidaknya, menarik perhatian dan mendapat respons dari audiens. Seberapa banyak postingan #Lowker mendapat likes?

mencari kerja

Garis biru itu menunjukkan jumlah lowongan kerja yang diposting per hari. Sedangkan garis kuning adalah jumlah likes-nya per postingan. Grafik itu menunjukkan kalo per hari, jumlah #Lowker yang diposting lebih banyak ketimbang rata-rata likes per postingan. Kecuali di awal bulan saja. Rata-rata likes berada di garis 100.

Artinya apa? Informasi tentang lowongan kerja sangat melimpah dan minat publik juga tinggi. Sehingga, pencarian kerja via #Lowker sangat kompetitif. Jika jumlah likes dianggap sebagai jumlah peminat, maka rata-rata tiap lowongan kerja punya sekitar 100-an peminat.

Apakah #Lowker memudahkan pencarian kerja?

Pesoalannya adalah apakah lowongan yang ditawarkan sesuai dengan talenta dan keinginan kita? Kembali lagi pada pertanyaan kita di awal juga, dengan #Lowker apakah mendapat kerja yang sesuai dengan skill, passion, dan talenta kita menjadi makin mudah?

Jawabannya, belum tentu. Kita semua tau, sangat mungkin pencari kerja apply suatu pekerjaan yang diperoleh di #Lowker tanpa nge-like postingannya. Perilaku semacam ini nggak ke-detect oleh data di atas. Jadi, kita perlu siap-siap berkompetisi dengan lebih banyak orang dari yang kita kira.

Sampai di sini, kita tau cara baru cari kerja lewat #Lowker menemui tantangan. Terkesan mudah, tapi sebenarnya sarat tantangan. Tapi tenang, Tech Talent Recruitment Platform no. 1 di Indonesia EKRUT punya solusinya. Kalo kamu gabung EKRUT, alih-alih mencari kerja, kamu justru ditemukan oleh perusahaan yang butuh skill, passion dan talenta yang kamu punya.

Gimana caranya?

Gabung EKRUT sangat mudah, tinggal registrasi saja. Platform EKRUT menerima banyak permintaan dari startup yang mapan, unicorn dan perusahaan besar yang butuh talenta. Makin cepat kamu gabung, makin cepat kamu dipanggil untuk interview. Gimana bisa? Bisa aja dengan lima langkah mudah berikut:

daftar ekrut
  • Complete your profile

Registrasi dengan melengkapi profil kamu adalah langkah awal yang nggak perlu ribet. Kamu bisa memulainya kapanpun kamu mau.

  • Pass our requirements

Talenta yang kamu miliki menjadi modal untuk lolos persyaratan. Masih bingung? EKRUT justru yang akan bantu kamu

  • Connect with our consultants

Kamu langsung terhubung dengan para konsultan EKRUT yang membuka peluang kamu untuk bekerja. Peluang yang datang memberimu pilihan.

  • Get interview offers

Permintaan wawancara kerja datang ke kamu. Fase ini bukan cuma pintu masuk, tapi juga ruang terbuka yang mempertemukan antara apa yang kamu inginkan dengan kebutuhan pemberi kerja.

  • Choose a job you love

Langkah terakhir adalah memilih pekerjaan yang kamu suka. Peluang untuk bisa memilih pekerjaan bukan suatu hal yang langka kalo kamu gabung EKRUT.

Sekarang, kita tau #Lowker menunjukkan cara baru cari kerja. Tapi, tantangan pencarian kerja di era sekarang juga tidak mudah. Tawaran memang makin melimpah tapi apakah mendapatkannya juga makin mudah?

EKRUT menjawab tantangan cara baru pencarian kerja dengan memberi kamu lebih banyak peluang untuk dapat ditemukan. Buruan gabung!