Laku Prihatin

“Saiki konco kontrakanku ono sing dodol bolang-baling. Mesti saben bali dodolan ono turahane, cah-cah kontrakan koyo aku yo iso mangan. Dadi paling ora kan aku ora mati, ha’a si?”

(pria 23 thn, mahasiswa)

laku prihatinItu salah satu pernyataan menggelikan yang pernah aku dengar. Namun, sekaligus membuat nangis perasaan ini. Kasihan, gelisah dan tak tega ketika mendengarnya. Begitulah kondisi salah satu sahabatku ketika kutemui di Semarang, tempatnya merantau kuliah. Kenyataan hidup ini memang kadang berwajah kejam, keras, penuh persaingan dan tak kenal ampun.

Impian yang sedang aku kejar sampai langit seolah menarikku kembali turun ke bumi. Tidak sedikit sahabatku yang berada dalam kondisi demikian. Bila menengok ke cermin, rasanya diri ini belum mampu berbuat banyak. Tapi aku malu pada diriku sendiri yang tak bisa menjawab ‘ngapain aja selama ini?’

Sebagian orang menjalani hidup dengan prinsip laku prihatin. Tapi sahabatku ini tidak, sebab, istilah laku prihatin tak pernah dikatakannya, tak pernah dipikirkannya dan itu bukan pilihannya. Namun, realitaslah yang mengatakan demikian atau jika boleh dikata, realitaslah yang memaksakan demikian. Terdengar kejam sekaligus menyalahkan pihak lain memang. Tapi justru disinilah makna bahwa hidup sesungguhnya adalah perjuangan.

Aku mengunjunginya ke Semarang beberapa pekan lalu. Setiap makan bersama, kami mengobrol, tentang masa lalu dan masa depan. Tampaknya, masa lalu lebih membanggakan baginya. Masa lalu roman, masa depan suram. Aku berpikir rasional dan mengatakan, ya karena masa depan belum pernah terjadi dan tak kan pernah terjadi, istilahe… tomorrow never comes.

Sudah lumrah dalam kehidupan sehari-hari sebuah ungkapan bahwa makin dewasa, waktu terasa semakin cepat. Sesungguhnya, ada yang lebih penting ketimbang memikirkan hal itu, yakni bekerja, berbuat dan beramal. Individu boleh kehabisan waktu, lalu mati dimakan usia. Tapi manusia, dengan bekerja, akan terus menuai hasilnya. Akhirnya, lumayan tentram diri ini meninggalkan Semarang, meniggalkan laku prihatin.