Komunikasi Organisasi: Pengertian, Jenis, Tujuan, Manfaat

Komunikasi organisasi dapat dipahami dalam dua artian. Pertama, mengenai proses komunikasi antar anggota dalam organisasi. Kedua, mengenai komunikasi sebagai suatu organisasi itu sendiri.

Manusia hidup dalam organisasi, baik formal atau pun informal. Ambil contoh seorang bayi lahir dalam keluarga. Keluarga adalah organisasi dalam pengertian informal. Dalam keluarga, individu memainkan peran sesuai posisinya. Ayah dan ibu berperan sebagai orang tua, misalnya.

Tanpa komunikasi antaranggota keluarga, boleh dibilang tidak ada keluarga.

Artikel ini akan meringkas penjelasan tentang pengertian komunikasi organisasi, jenis, tujuan dan manfaatnya. Kita mulai dari pengertiannya.

Pengertian komunikasi organisasi

Komunikasi ini dapat dipahami sebagai aktivitas mengirim dan menerima pesan antarindividu dalam lingkungan sosial yang spesifik dengan tujuan yang spesifik. Ini pengertian yang luas.

Lingkungan sosial yang dimaksud adalah setting dimana individu berada, yaitu organisasi. Seperti yang sudah disinggung di awal, individu berada dalam organisasi baik formal ataupun informal.

Baca juga: Sosiologi Komunikasi

Komunikasi ini selalu memiliki tujuan yang spesifik. Tujuan ini bisa individual, bisa pula tujuan bersama. Kita akan bahas secara lebih detail di bagian tujuan. Sebelumnya, kita bahas jenisnya dulu.

Jenis

Secara umum ada dua jenis, yaitu internal dan eksternal.

Internal artinya komunikasi fokus pada interaksi dan upaya membangun atau menguatkan relasi sesama anggota organisasi. Misalnya, bagaimana kolega dalam satu organisasi menyatukan visi untuk mengubah kebijakan organisasi. Hal itu perlu komunikasi bahkan yang intens dan serius.

Sedangkan ekternal artinya komunikasi yang dibangun, fokus pada aktor atau pihak lain di luar organisasi. Misal, bagaimana divisi marketing suatu organisasi mencari sponsor untuk event yang akan di selenggarakan.

Tujuan

Sebagaimana bisa kita pahami bahwa organisasi memerlukan individu yang dapat memberi atau mengikuti instruksi, perintah dan aturan. Jadi bukan sekadar bertukar pesan, tetapi tujuan umumnya adalah bagaimana interaksi antaranggota membuat organisasi tetap hidup.

Berikut adalah beberapa poin lebih detail mengenai tujuan yang bisa disebutkan.

  • Menyelesaikan tugas-tugas individual dalam organisasi.
  • Mempertanggung jawabkan tugas organisasi.
  • Melakukan perubahan organisasi melalui inovasi dan keputusan kreatif.
  • Memastikan organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya melalui pembuatan kebijakan, pelaksanaan perintah, dan interaksi yang berkelanjutan.
  • Mengembangkan kultur organisasi berupa pola perilaku antaranggota, nilai-nilai dan tujuan yang menjadi karakteristik organisasi dan anggotanya.

Dari beberapa tujuan tersebut, kita bisa deteksi pentingnya komunikasi tidak hanya untuk memastikan jalannya organisasi, tetapi juga hidupnya organisasi. Organisasi bisa kolapse, salah satunya ketika komunikasi antaranggota menemui kegagalan.

Sebagai contoh, kamu adalah atasan yang memerlukan pencatatan jadwal meeting rutin supaya tidak terlewat. Namun, tidak ada bawahan yang mau mencatat. Jadwal yang tidak ketat membuat meeting dibiokot karena atasan dianggap tidak pernah serius. Akhirnya organisasi bubar. Untuk itulah komunikasi perlu dan pemahaman maksud pesan yang disampaikan sangat krusial.

Komunikasi Bisnis: Pengertian & Contohnya

Manfaat

Beberapa manfaat yang bisa kita ketahui berkaitan dengan tujuan yang sudah kita bahas. Diantaranya sebagai berikut:

  • Memperkuat soliditas organisasi.

Dengan komunikasi, organisasi tidak hanya eksis namun juga menjadi berada. Artinya, hubungan erat terjalin antaranggota entah formal ataupun informal tergantung organisasinya.

  • Mencapai tujuan organisasi

Organisasi memiliki tujuan. Tujuan itu mustahil tercapai tanpa penyampaian dan penerimaan pesan. Anggota organisasi perlu menginternalisasi tujuan organisasinya. Cara ini dapat dicapai dengan proses komunikasi.

  • Menjadi ruang sosial individu.

Individu membutuhkan interaksi. Organisasi tidak hanya menentukan peran sosial yang dimainkan oleh anggota dalam organisasi, Melainkan juga ruang sosial dimana individu merasakan kehadiran dirinya melalui hubungan kolegial, pertemanan, kekeluargaan dan tentunya profesionalitas.

Studi komunikasi organisasi fokus pada pertukaran pesan namun cakupannya luas, yaitu dari retorika sampai dengan kekuatan media informasi.