Kerangka Skripsi: Contoh dan Cara Membuatnya

Kerangka skripsi merupakan struktur atau sistematika kepenulisan karya ilmiah yang disusun dalam rangka memperoleh gelar pendidikan tingkat sarjana. Sebelum skripsi ditulis, mahasiswa harus menyusun kerangkanya dulu. Hal ini berperan setidaknya sebagai panduan dalam kepenulisan skripsi secara keseluruhan nantinya.

Baca juga Rancangan Penelitian: Contoh dan Penjelasannya



Kerangka skripsi merupakan lanjutan dari kerangka proposal yang sudah ditulis sebelumnya dengan revisi dan perbaikan seperlunya sesuai arahan pembimbing. Sebenarnya ada beragam versi bagaimana bentuk kerangka skripsi yang baik dan benar. Saya akan memaparkan bentuk yang paling umum saja tanpa mengabaikan beberapa elemen dasar yang harus dilibatkan.

Postingan ini akan memaparkan dan menjelaskan tantang seperti apa kerangka skripsi yang baik dan benar melalui contoh. Kerangka yang dipaparkan merupakan kerangkan riset dalam bidang ilmu sosial baik kuantitatif maupun kualitatif. Kedua pendekatan tersebut memiliki struktur kerangka yang mirip namun berbeda.

Contoh kerangka skripsi

Pertama-tama, saya akan paparkan kerangka skripsi dalam penelitian kuantitatif terlebih dahulu, kemudian kerangka skripsi dalam penelitian kualitatif. Kedua struktur kerangka tersebut sengaja ditampilkan di awal agar pembaca memperoleh gambaran mengenai seperti apa kerangkanya serta dimana kesamaan dan perbedaannya.

Baca juga Metode Penelitian: Pendekatan, Jenis & Contohnya


Kerangka skripsi kuantitatif

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • Review Literatur
  • Batasan Konseptual
  • Kerangka Teoritis
  • Hipotesis

BAB III METODOLOGI

  • Metode Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

BAB IV PEMBAHASAN

  • Deskripsi Hasil Penelitian
  • Analisis Hasil Penelitian
  • Diskusi

BAB V PENUTUP

  • Kesimpulan
  • Agenda Riset Lanjutan

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



Baca juga Kerangka Makalah: Contoh dan Penjelasannya

Struktur kepenulisan skripsi membentang dari halaman judul hingga lampiran jika ada. Daftar pustaka menjadi bagian akhir pada umumnya. Berikut ini sistematika kepenulisan skripsi kualitatif:

Kerangka skripsi kualitatif

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • Review Literatur
  • Batasan Konseptual
  • Kerangka Teoritis

BAB III METODOLOGI

  • Metode Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

BAB IV PEMBAHASAN

  • Deskripsi Hasil Penelitian
  • Analisis Hasil Penelitian
  • Diskusi

BAB V PENUTUP

  • Kesimpulan
  • Agenda Riset Lanjutan

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

kerangka skripsiJika dicermati, kedua kerangka tersebut sangat mirip secara struktur kepenulisan bab maupun sub bab. Perbedannya terletak pada bagian tunjauan pustaka atau bab II. Riset kuantitatif pada umumnya menampilkan hipotesis penelitian. Hipotesis ini muncul di bab II skripsi.

Sebagaimana sudah diketahui, struktur proposal skripsi hanya terdiri dari halaman judul sementara sampai dengan bab III metodologi ditambah daftar pustaka. Keseluruhannya nanti menjadi sebuah kerangka skripsi yang utuh.



Baca juga: Contoh Proposal Skripsi

Sebelum saya melangkah pada penjelasan kerangka skripsi di atas, perlu diingat bahwa contoh di atas adalah contoh yang standar. Versi lain tentu saja ada dan bisa dicari di luar sana. Pesan saya buatlah kerangka sesuai dengan kebutuhan peneliti. Hal ini berlaku terutama dalam kepenulisan sub bab.

Penjelasan dan cara membuat kerangka skripsi

HALAMAN JUDUL, tulis judul yang simple dan merepresentasikan substansi skripsi.

KATA PENGANTAR, biasanya memuat ucapan syukur dan terimakasih, serta sekilas tentang topik dan struktur skripsi.

DAFTAR ISI, daftar bab dan sub bab skripsi sebagai panduan pembaca menemukan halaman yang dicari

ABSTRAK, keseluruhan substansi skripsi dalam versi yang sangat ringkas.

BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang, berisi tentang penjelasan secara teoritis dan kontekstual mengapa tema penelitian dipilih.
  • Rumusan Masalah, berisi pertanyaan penelitian berdasar problem penelitian yang ditulis di latar belakang.
  • Tujuan Penelitian, berisi penjelasan tentang apa manfaat yang diperoleh dengan menjawab petanyaan penelitian yang diangkat.
  • Manfaat Penelitian, keterangan tentang faedah yang diperoleh pihak-pihak terkait setelah riset selesai.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • Review Literatur, ulasan kritis tentang hasil studi yang relevan dan sudah pernah dilakukan sebelumnya.
  • Batasan Konseptual, berisi definisi istilah yang digunakan dengan merujuk pada literatur yang sudah ada.
  • Kerangka Teoritis, berisi pendekatan teoritis yang sudah ada dalam membahas problem penelitian yang diangkat.
  • Hipotesis, berupa anggapan atau kesimpulan sementara penelitian yang hendak diuji. Hipotesis biasanya muncul pada riset kuantitatif.

BAB III METODOLOGI

  • Metode Penelitian, pendekatan yang digunakan dan bagaimana penelitian dilakukan.
  • Teknik Pengumpulan Data, bagaimana data penelitian diperoleh.
  • Teknik Analisis Data, bagaimana proses pengolahan data yang diterapkan.

BAB IV PEMBAHASAN

  • Deskripsi Hasil Penelitian, temuan penelitian yang dijelaskan secara deskriptif.
  • Analisis Hasil Penelitian, temuan penelitian yang dijelaskan secara analitis.
  • Diskusi, peneliti mendiskusikan secara tertulis hasil penelitiannya dengan hasil penelitian lain yang muncul di bab II tinjauan pustaka.

BAB V PENUTUP

  • Kesimpulan, intisari dari keseluruhan hasil penelitian. Kadang juga meliputi saran atau rekomendasi kebijakan.
  • Agenda Riset Lanjutan, peluang terkait tema yang belum dibahas secara mendalam dalam penelitian tersebut sehingga dapat disarankan sebagai riset lanjutan.

DAFTAR PUSTAKA, daftar referensi lengkap yang digunakan.

LAMPIRAN, dokumen tambahan jika ada yang tidak mungkin disisipkan dalam bab isi.

Baca juga: Cara Membuat Judul Skripsi yang Simpel dan Fancy