Ilmu Komunikasi: Pengertian, Materi, Jurusan

Ilmu komunikasi merupakan salah satu disiplin akademik yang fokus mempelajari komunikasi antarmanusia. Beberapa universitas memiliki program studi ini. Selain makin dibutuhkan industri, ilmu komunikasi kian populer dengan makin beragamnya pola interaksi antarmanusia.

Artikel ini akan fokus membahas mengenai apa itu ilmu komunikasi secara singkat. Beberapa materi yang merupakan fokus kajian dalam studi komunikasi juga akan dipaparkan. Pembaca perlu menyadari bahwa setiap universitas yang menawarkan program ini memiliki fokus kajian yang berbeda, meskipun sama-sama membuka jurusan ilmu komunikasi.

Pengertian ilmu komunikasi

Kita berangkat dari definisinya sebagai disiplin akademik. Ilmu komunikasi adalah studi tentang transfer, pertukaran dan interaksi ide dan informasi melalui prkatik komunikasi, baik verbal maupun nonverbal.

Ilmu komunikasi menekankan pada peran media dalam proses komunikasi. Namun demikian bukan berarti praktik komunikasi yang sifatnya langsung atau tatap muka dipinggirkan. Ilmu ini juga memahami tentang dimensi komunikasi yang mikro, seperti retorika personal dan mimik wajah.

Peran media yang semakin signifikan saat ini memperlihatkan praktik komunikasi yang makin termediasi. Jika bicara media di sini, maka tidak hanya sebatas media konvensional, tetapi juga digital.

Praktik komunikasi menjadi semakin kompleks ketika prosesnya sangat interaktif. Televisi adalah media satu arah, tetapi internet sangat interaktif. Studi ilmu komunikasi kini mempelajari dinamika interaksi manusia di internet.

Tidak hanya sampai di situ, dimensi komunikasi sangat luas dan beragam. Oleh karena itu, disiplin ilmu ini selalu beririsan dengan disiplin ilmu lain, terutama ilmu sosial seperti sosiologi, politik, psikologi, semiotik, bahkan filsafat.

Seperti kita tau bahwa praktik komunikasi ada di hampir semua lini kehidupan manusia. Hal ini berimplikasi pada luasnya topik yang bisa dikaji dalam jurusan ini. Misalnya dalam berorganisasi, kita sulit membayangkan bahwa organisasi bisa eksis tanpa komunikasi.

Komunikasi Organisasi: Pengertian dan Contohnya

Supaya lebih tau apa saja yang dipelajari di jurusan ini, kita masuk pada bagian materi. Perlu dicatat bahwa materi di sini adalah materi umum yang dipelajari di beberapa universitas. Setiap universitas memiliki fokus kajian yang bisa jadi sangat berbeda. Untuk mengetahui informasi validnya, silahkan mengunjungi website resmi universitasnya.

Materi yang dipelajari di jurusan komunikasi

Media

Ilmu komunikasi menekankan pada peran media dalam praktik komunikasi. Media disini tidak sebatas dipahami sebagai perantara berlangsungnya komunikasi, namun lebih dari itu yaitu arena sosial dimana hubungan antarmanusia menemukan dinamika dan kompleksitasnya.

Humas

Ilmu ini juga mempelajari tentang humas (public relation). Aspek ini terkait dengan tuntutan profesi humas yang dipandang makin krusial saat ini. Konsentrasi humas yang dipelajari tidak sebatas pada humas sebagai profesi, namun juga bagaimana signifikansiknya sebagai bagian dari organisasi.

Marketing

Topik tentang marketing yang dipelajari di jurusan komunikasi tidak melulu praktik iklan tentang bagaimana memasarkan produk atau jasa, namun menganalisis bagaimana simbol-simbol bekerja melalui komunikasi yang persuasif. Marketing di sini adalah tentang bagaimana pesan dikemas dalam bentuk yang menarik perhatian.

Jurnalistik

Ilmu komunikasi mempelajari jurnalistik sebagai bagian dari rangkaian proses produksi dan distribusi pesan. Peran jurnalis semakin signifikan tidak hanya dalam membentuk opini publik, namun juga mendefinsisikan apa yang dimaksud dengan realitas sosial.

Film

Jurusan komunikasi di beberapa universitas mengkaji mengenai film. Film merupakan salah satu media berbengaruh yang dapat membentuk persepsi publik. Bukan sebagai komoditas budaya, film lebih dipahami sebagai arena pembentukan diskursus sosial.

Komunikasi Bisnis: Pengertian dan Contohnya

Selain beberapa materi di atas, tentunya ada banyak lagi materi yang dipelajari namun tidak bisa disebutkan di sini.

Belakangan ini, muncul sebuah tren bahwa ilmu ini cenderung mengarah pada praktik, ketimbang analisis teoritis.

Salah satu kritik pada studi ini adalah lulusannya diarahkan untuk mengisi kebutuhan lembaga atau industri semata. Padahal visi keilmuannya tidak hanya mencakup tentang “bagaimana”, tetapi juga mengapa praktik komunikasi yang terjadi sekarang seperti ini dan apa agenda transformasi sosial yang bisa dirancang untuk mengubahnya.

Kita lihat misalnya, bagaimana industri media memproduksi konten tidak bermutu. Namun dianggap berhasil karena meraup keuntungan yang besar. Tentunya, sarjana ilmu komunikasi tau bagaimana selera publik dibuat lewat proses komunikasi.

Sarjana komunikasi tidak semestinya hanya berpikir bagaimana caranya menjadi bagian dari industri tersebut sebut biar kecipratan untungnya, tetapi bagaimana praktik berkomunikasi menjadi lebih bermutu bisa diciptakan.