Fungsi Negara dan Tujuan Negara

Fungsi negara dan tujuan negara yang akan dijelaskan disini akan merujuk pada pemikiran beberapa pemikir sosial, filsuf, dan ahli di bidang tata negara. Negara bukanlah entitas yang ada secara natural dan tak sengaja. Negara dengan sengaja dibentuk, diciptakan, dan dibuat dengan fungsi dan tujuan tertentu.

Fungsi negara secara umum selalu dikaitkan dengan kehidupan rakyat dimana mereka tinggal dengan tujuan agar sejahtera, makmur, bahagia dan sentosa. Beberapa pemikir filsafat kenegaraan dan ilmuwan sosial merumuskan fungsi tujuan atau singkatnya merumuskan untuk apa negara didirikan.

Baca juga: Pancasila Sebagai Dasar Negara



Bung Karno sebagai pendiri negara Indonesia yang berdaulat pernah berujar dalam autobiografinya bahwa negara Indonesia didirikan untuk mengabdi kepada Tuhan. Tujuan tersebut tentu saja bersifat umum. Pertanyaan lebih spesifiknya dengan cara apa negara ini mengabdi kepada Tuhan?

Postingan ini akan membahas secara ringkas apa saja fungsi negara. Fungsi negara selalu dilekatkan dengan tujuan negara karena keduanya saling terkait erat satu sama lain.

Fungsi negara secara umum

Menurut pendapat pakar ilmuwan politik Charles Edward Merriam, fungsi negara diantaranya:

  • Menciptakan keamanan eksternal
  • Menciptakan ketertiban internal
  • Menegakkan keadilan
  • Menciptakan kesejahteraan umum
  • Melindungi kebebasan

Kelima fungsi tersebut berperan juga sebagai tujuan didirikannya negara. Melalui pemerintah yang berkuasa, negara mengemban tugas berat untuk mewujudkan fungsi-fungsi umum tersebut dimana warga negara terutama rakyat menjadi subjeknya.

Menurut pendapat pakar politik Indonesia Miriam Budiarjo, fungsi negara diantaranya:

  • Menegakkan hukum
  • Menciptakan ketertiban
  • Meemperkuat pertahanan
  • Menegakkan keadilan

Keempat fungsi tersebut dapat diturunkan menjadi beberapa fungsi yang lebih spesifik sesuai tujuan yang hendak dicapai. Sebagaimana telah disinggung di awal bahwa fungsi negara tak dapat dipisahkan dengan tujuan negara.

Baca juga: Fungsi dan Tujuan Pendidikan



Para pemikir kenegaraan dan ahli filsafat politik telah merumuskan beberapa fungsi dan tujuan negara sejak berabad-abad silam. Berikut ini saya akan paparkan pendapat beberapa tokoh dan pemikir lainnya tentang apa fungsi dan tujuan negara.

Fungsi dan tujuan negara menurut para tokoh

∴ Plato

Plato seorang pemikir Yunani berpendapat bahwa negara memiliki tujuan utama memajukan kesusilaan manusia baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok sosialnya. Plato menegaskan pentingnya menjadi seorang manusia seutuhnya yang beradab, beretika, dan bermoral. Untuk menjadi manusia seutuhnya, negara menegakkan seperangkat nilai yang wajib dipatuhi oleh seluruh warganya.

∴ Thomas Aquinas

Thomas Aquinas mendukung gagasan negara teokratis, yaitu negara tunduk pada kedaulatan Tuhan. Negara menurutnya berfungsi dan bertujuan untuk menciptakan kehidupan layak, tentram, dan taat dibawab pimpinan Tuhan. Peran pemerintah adalah menjalankan perintah Tuhan yang memberinya kekuasaan.

∴ Machiavelli

Menurut Machiavelli, negara harus menghimpun kekuasaan sebesar-besarnya untuk menaklukkan lawan-lawannya agar dapat mencapai tujuannya dengan leluasa. Machiavelli mendukung gagasan negara kekuasaan. Negara harus kuat untuk bisa berkuasa dan sebaliknya, rakyat harus lebih lemah dari negara. Kekuatan yang dihimpun dan dimiliki negara bertujuan untuk menciptakan kemakmuran, kesejahteraan dan ketentraman bagi rakyatnya.

∴ Immanuel Kant

Kant berpendapat bahwa negara memiliki tugas untuk melindungi hak dan kewajiban serta kebebasan warga negaranya. Dalam rangka menjalani tugas itu, negara harus berada dalam kondisi aman dan tertib. Seperangkat undang-undang dibuat dan disepakati untuk menjamin tujuan negara tercapai.

∴ Hugo Krabbe

Hugo Krabbe merupakan pendukung gagasan bahwa negara bertujuan menegakkan hukum. Negara harus membuat hukum yang menjadi dasar segala praktik kekuasaannya. Krabbe tidak memisahkan antara negara dengan hukum dan negara harus bekerja berlandaskan hukum. Dengan kata lain, tidak ada yang lebih berkuasa dalam sistem kenegaraan selain hukum.

Baca juga Sosiologi Hukum: Definisi dan Objek Kajiannya


∴ Kranenburg

Kraneburg merupakan pencetus konsep negara kesejahteraan. Fungsi dan tujuan negara menurutnya tidak lain adalah menciptakan kesejahteraan umum. Dengan konsep ini, negara merupakan alat yang digunakan untuk mencapai fungsi dan tujuan tersebut. Kesejahteraan yang dimaksud meliputi kebahagiaan, kemakmuran, keadilan, dan tidak adanya rasa khawatir terhadap apa yang akan menimpa rakyatnya karena negara siap memberikan perlindungan.

fungsi negara

Pendapat beberapa para tokoh di atas diadaptasi oleh banyak negara di dunia ini, tak terkecuali Indonesia. Negara Indonesia yang merupakan hasil integrasi berbagai aspek sehingga terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki fungsi dan tujuan tertentu yang telah dirumuskan oleh para pendirinya. Apa saja fungsi dan tujuan NKRI?

Fungsi dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dalam batang tubuh UUD 45 bab I pasal I ayat 3 dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Pernyatan ini sejalan dengan gagasan Hugo Krabbe dimana kekuasaan negara tunduk pada hukum.

Secara lebih spesifik, dalam pembukaan UUD 45 alenia keempat dinyatakan bahwa tujuan negara Indonesia terdiri dari:

  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial

Baca juga Identitas Nasional: Pengertian dan Contohnya



Bila kita cermati poin kedua, maka kita bisa saksikan bahwa tujuan negara Indonesia sejalan dengan apa yang dirumuskan oleh Kranenburg yaitu menciptakan kesejahteraan umum. Dengan demikian, negara Indonesia tidak hanya bisa dikatakan sebagai negara hukum menurut tujuannya, namun juga negara kesejahteraan.

Tak hanya itu, poin lainnya menunjukkan bahwa negara Indonesia didirikan dengan fungsi dan tujuan lebih luas ketimbang menegakkan hukum dan menciptakan kesejahteraan, seperti misalnya berkontribusi dalam menciptakan ketertiban dunia dan menegakkan keadilan sosial.

Baca juga: Sistem Pemerintahan Indonesia