Faktor Pendorong Globalisasi

Faktor pendorong globalisasi merupakan variable yang ‘memaksa’ terjadinya globalisasi. Istilah memaksa di sini digunakan untuk membedakan dengan adanya proses globalisasi yang terjadi karena minat atau sukarela.

Faktor pendorong globalisasi lebih banyak berwujud kebutuhan yang tidak bisa dielakkan atau tidak bisa dipenuhi apabila proses globalisasi dihindari. Artikel ini akan memaparkan beberapa contoh faktor pendorong globalisasi.

Sebelum ke situ, kita perlu pahami terlebih dahulu bahwa baik faktor pendorong globalisasi ataupun faktor penariknya, kadang bisa bertukar satu sama lain. Oleh karena itu, untuk menentukan faktor terjadinya globalisasi masuk ke dalam faktor yang mana, kita perlu kontekstualisasikan pada persolan di lapangan.

Sebagai contoh, menjadi pekerja migran bisa ditentukan oleh faktor pendorong, ataupun faktor penarik. Kalo kita lihat negara-negara yang memiliki tingkat inovasi teknologi yang tinggi, lalu banyak alumni beasiswa LPDP yang tertarik untuk bekerja di negara tersebut karena uang dan ilmunya ‘terpakai’, maka proses globalisasi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor penarik.

Tetapi kalau kita seorang dokter yang diminta pemerintah menangani pandemik di benua lain yang sedang krisis jumlah tenaga medis, maka proses globalisasi terjadi karena faktor pendorong.

Globalisasi itu sendiri juga perlu dijelaskan terlebih dahulu. Apa yang kita maksud dengan globalisasi di sini? Kita gunakan definisi yang umum saja, yaitu proses ekonomi dan kultural yang berlangsung dalam lingkup global. Global artinya tidak ada sekat antarnegara.

Definisi itu terlalu umum, tetapi bukan persoalan yang mendesak untuk diperdebatkan di artikel ini. Kita kembali fokus pada faktor pendorong globalisasi yang contoh-contohnya saya paparkan sebagai berikut:

Globalisasi: Definisi dan Dampaknya

Contoh faktor pendorong globalisasi

Kemiskinan

Kemiskinan di suatu negara bisa menjadi pendorong globalisasi ketika banyak orang keluar dari negaranya yang miskin untuk bertahan hidup di negara lain. Keputusan meninggalkan negaranya didorong oleh kondisi ekonomi yang sulit akibat kemiskinan.

Perang

Negara yang sedang dalam keadaan konflik atau perang bisa memaksa warganya untuk meninggalkan tanah airnya dan mencari suaka di negara yang lebih aman. Kondisi perang adalah kondisi krisis yang serba tidak menentu. Kamp pengungsian banyak didirikan akibat perang.

Krisis pangan

Kondisi ini bisa menjadi faktor pendorong, ketika ketersediaan sumber daya berupa pangan untuk warga negaranya terancam. Manusia perlu bertahan hidup, sehingga melewati batas negara sangat mungkin dilakukan asal tidak mati kelaparan.

Inovasi teknologi

Kebutuhan melakukan inovasi bagi beberapa korporasi global mendorongnya untuk mencari pekerja yang memiliki skill namun bisa dibayar murah. Bisnis offshoring adalah contoh bagaimana teknologi Amerika Serikat dirakit di China, atau bagaimana fashion Perancis dijahit di Bangladesh.

Ciri-Ciri Globalisasi

Beberapa contoh diatas menunjukkan bahwa globalisasi yang terjadi sekarang ini tidak selalu didasari oleh keinginan manusia untuk berpartisipasi dalam konteks global. Tak jarang manusia dipaksa untuk melakukan mobilitas secara global karena kalau tidak akan mati.

Pekerja migran dan pengungsi adalah potret terjadinya globalisasi karena beberapa faktor pendorong. Di sisi yang lain, kalo kita melihat para turis yang liburan dengan hepi, maka globalisasi terjadi karena ada faktor-faktor yang menarik para pelancong untuk melakukan perjalanan internasional.

Proses globalisasi berlangsung dengan melenyapkan peran batas negara. Warga negara di bawah globalisasi adalah warga global. Sejauh kita memahami globalisasi secara luas, maka mobilitas atau praktik lainnya yang melampaui batas negara bisa dipahami sebagai globalisasi.

Makan fast food atau junk food buatan Kolonel Sanders bisa dilihat sebagai sebuah gejala globalisasi. Globalisasi berupa brand dan makanan itu sendiri yang diproduksi dengan standar global.