Ekonomi Politik: Pengertian & Paradigma

Ekonomi politik atau disingkat ekopol dapat dijelaskan secara ontologis, yaitu apa pengertiannya. Selain itu, juga dapat dijelaskan sebagai suatu paradigma atau perspektif dalam melihat suatu fenomena.

Ekopol merupakan frase kesatuan antar dua area yang berbeda. Jika memahami frase tersebut, kita tidak bisa melepaskan keduanya sebagai entitas yang berbeda.

Untuk memahami pengertiannya, kita perlu melihat bahwa yang satu tidak eksis tanpa yang lain. Cukup sulit menerima penyatuan istilah ini jika kamu memiliki keyakinan yang kaku bahwa politik tidak berkaitan dengan ekonomi dan ekonomi tidak berkaitan dengan politik.

Hubungan Internasional: Pengertian, Konsep, Sarana, Makna

Pengertian ekonomi politik

Ekonomi politik atau ekopol merupakan interrelasi antara ekonomi dan politik. Keduanya dapat diterjemahkan ke dalam beberapa konsep lain, misalnya antara individu dan masyarakat, antara negara dan pasar, antara regulasi dan kebebasan.

Ekopol melihat muatan ekonomi dalam politik dan muatan politik dalam ekonomi. Keduanya adalah satu yang tidak terpisahkan.

Untuk dapat lebih mudah memahami pengertiannya. Kita bisa melihat ke dalam motif seseorang melakukan suatu aktivitas sosial.

Misalnya, mengapa seorang menteri serba bisa di Indonesia mengundang investor asing untuk datang dan berinvestasi? Motif ekonomi jelas ada. Tetapi melekat dalam motif itu adalah kepentingan politik.

Investor asing diundang tidak hanya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Tetapi juga motif politik yang berkaitan dengan pengamanan kekuasaan. Kekuasaan yang dimaksud merupakan otorias atau kekuasaan politik yang dimiliki mereka yang membuat kebijakan.

Kamu bisa pikirkan bahwa seseorang mengambil keputusan ekonomi sebenarnya tidak murni karena kepentingan ekonomi, seperti menambah kekayaan atau meningkatkan kesejahteraan. Tetapi juga mengamankan pekerjaannya.

Mengamankan pekerjaan artinya mengamankan otoritasnya, bahkan kalau perlu ditingkatkan agar kekuasaan yang dimiliki meluas dengan legitimasi yang diperoleh makin kuat.

Di sini, kita bisa mendefinisikan ekopol sebagai interelasi motif ekonomi dan kekuasaan politik dalam pengambilan keputusan atau tindakan sosial.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Ekopol sebagai perspektif

Sebagai perspektif atau paradigma, ekopol merupakan cara pandang yang menjelaskan fenomena sosial. Paradigma ini juga dapat dipahami sebagai aliran dalam ilmu sosial.

Pembelajar ilmu sosial yang menggunakan paradigma ini memahami betul adanya keterlekatan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan politik. Keduanya sekali lagi, tak terpisahkan.

Sejauh ini, kita mendapati kesamaan antara ekopol sebagai definisi dan ekopol sebagai paradigma. Pada intinya memang keduanya adalah kesatuan.

Ekopol sebagai paradigma melihat fenomena secara makro. Perkembangan studi ekopol memperlihatkan kecenderungan pardigma ini untuk fokus pada persoalan negara dan ekonomi. Misalnya, bagaimana ekonomi diorganisir oleh negara, dan bagaimana publik diposisikan dihadapan kepentingan ekonomi dan politik pemilik kekuasaan.

Selain itu juga fokus pada perdagangan dan globalisasi yang menekankan sistem ekonomi kapitalis yang berupaya mewujudkan cita-cita ekonomi dan cita-cita politik, yaitu menjaga stabilitas nasional dan mempertahankan kemapanan.

Ekopol melihat bahwa kesejahteraan dan kekayaan tidak bisa diperoleh tanpa kekuasaan politik. Juga berlaku sebaliknya, yaitu kekuasaan politik tidak bisa diperoleh kecuali melalui kepemilikan sumber daya ekonomi yang memadai.

Pikirkan tentang bagaimana dalam sejarahnya, VOC memonopoli perdagangan rempah-rempah di Eropa, sekaligus mengendalikan kekuasaan politik di Indonesia.

Ekopol berupaya menjelaskan kiprah VOC dengan menekankan adanya dua entitas tunggal, yaitu kepentingan ekonomi dan politik.

Menggunakan perspektif ekopol artinya melihat keputusan ekonomi sebagai keputusan politik dan keputusan politik diambil dengan pertimbangan yang berbasis pada kepentingan ekonomi.