Ekonomi Atensi: Definisi dan Contohnya

Ekonomi atensi (attention economy) menjadi frase yang sering muncul belakangan ini. Terutama dalam percakapan mengenai kerja di era digital. Apa itu ekonomi atensi? Artikel ini berupaya mengulasnya secara ringkas.

Istilah lain dari atensi adalah perhatian. Dari istilah tersebut kita bisa memahami sekilas bahwa ekonomi yang dimaksud berkaitan dengan aspek emosi. Aspek emosional ini makin penting jika kita melihat bagaimana bentuk ekonomi digital yang berkembang saat ini.

Definisi ekonomi atensi

Pengertian singkat yang bisa kita deskripsikan yaitu praktik ekonomi dan relasinya yang berbasis pada aspek emosional. Dengan demikian, ekonomi atensi bisa juga dipahami sebagai aspek emosi dalam hubungan kerja.

Aspek emosi makin penting peranannya dalam hubungan kerja di era digital. Coba kita lihat sekeliling, kini makin bermunculan praktik kerja yang berbasis platform. Bahkan aktivitas kerja tersebut seperti mustahil bila tidak dimediasi oleh platform.

Pengertian Ekonomi: Definisi Lengkap Menurut Para Ahli

Bagaimana supir ojol memperoleh pendapatan tanpa platform on-demand? Mustahil pastinya. Dalam platform itu aspek emosi sangat menonjol. Bahkan bisa diukur secara kuntitiatif melalui rating.

Penumpang yang merasa tidak nyaman emosinya setelah naik ojol, bisa mengevaluasi kesan atau emosi mereka dengan cara memberi rating. Kita-kira jika penumpang puas, maka sopir ojol berhak mendapat bintang lima.

Memang benar bahwa aspek emosi dan atensi bukan suatu hal yang baru dalam dunia kerja. Beberapa profesi telah menunjukkan bahwa aspek tersebut merupakan elemen penting bagi pekerjaannya.

Ambil contoh mereka yang bekerja di bagian call centre, customer service, resepsionis, dan semacamnya. Pekerjaan mereka adalah melayani. Keberhasilan melayani sangat ditentukan oleh emosi pelanggan atau klien setelah menerima layanannya.

Dengan demikian, emosi menjadi elemen penting penentu apakah mereka berhasil dalam pekerjaannya atau malah dipecat bos.

Atensi merupakan bagian dari emosi. Di era ekonomi digital, atensi bisa diukur secara konkret. Tidak hanya dalam bentuk rating dan rangking, tetapi juga viewers, subscribers, followers, dan semacamnya.

Contoh ekonomi atensi

Untuk lebih dalam memahami apa itu ekonomi atensi, kita gunakan ilustrasi sebagai contoh.

Dirman adalah seorang Youtuber yang rutin membuat konten tentang prank. Ia tau, kontennya sampah, tetapi banyak yang nge-view, bahkan men-subscribe channelnya.

Semakin kesini, videonya makin banyak ditonton, sehingga ia punya kesempatan mengajukan usulan untuk monetisasi ke Youtube. Pengajuannya diterima. Dirman senang sekali bisa dapat uang dari kontennya, meskipun isinya sampah.

Semakin ia sadar bahwa Youtuber bisa menjadi sebuah pekerjaan, semakin ia rajin mengisi konten. Apa yang penting dari pekerjaannya sebagai Youtuber adalah iklannya ditonton. Bahkan kalau bisa di-klik. Untuk itu, pertama-tama, harus ada yang nonton.

Orientasi Dirman adalah meningkatkan viewers dan subscribers. Makin banyak yang nonton dan melanggan, maka makin besar peluang videonya ditonton. Artinya, makin besar peluang iklannya tampil.

Dengan begitu, Dirman bisa dapat uang dari membuat konten. Aktivitas kerja sebagai Youtuber yang dilakukan Dirman adalah suatu bentuk ekonomi atensi, dimana aktivitas ekonominya berdasar pada atensi, yaitu seberapa banyak kontennya diperhatikan orang.

Perhatian itu diukur melalui viewers dan subscribers. Mingkin juga tingkat share dan engagement. Dirman adalah pekerja di era ekonomi atensi.

Komunikasi Bisnis: Pengertian dan Contohnya

Kita bisa pikirkan pekerjaan lain tentu saja, misalnya buzzer, selebgram, produser hoax, juga sopir ojol. Mereka tidak bisa hidup tanpa atensi. Semakin tinggi atensi, semakin besar peluang meningkatkan pendapatan.

Tentu saja, atensi itu bisa diperoleh dan ditingkatkan secara natural apabila konsumen merasakan kesan emosional yang nyaman ketika mengonsumsi kontennya.

Tetapi sekarang, atensi bisa dibeli. Praktik beli atensi ini sudah jamak kita lihat beritanya. Misalnya, bagaimana seseorang beli followers Instagram supaya bisa cepat jadi selebgram.