Contoh Solidaritas Organik

Contoh solidaritas organik yang akan dipaparkan di sini merupakan contoh yang diambil dari fenomena kehidupan sehari-hari yang saya pikir masih relevan. Solidaritas organik merupakan salah satu jenis solidaritas sosial yang muncul di era industri. Pencetus konsep ini adalah sosiolog Emile Durkheim.

Baca juga Emile Durkheim: Pencetus Sosiologi Modern



Kita akan melepaskan diri sejenak dari perdebatan apakah kita hidup di era industri atau post-industri. Meskipun era industri kini mulai terdengar jadul, faktanya di beberapa tempat, industrialisasi sedang kencang berlangaung. Kita tidak bisa menggeneralisir satu wilayah yang luas ini ke dalam satu fase historis yang berlaku menyeluruh. Oleh karenanya, beberapa contoh solidaritas organik akan dipaparkan terlepas dari perdebatan tentang sekarang kita hidup di era yang mana.

Sebagai pengantar singkat, Durkheim membagi tipe solidaritas sosial menjadi dua jenis. Pertama, solidaritas sosial di era pra-industri yang disebut sebagai solidaritas mekanik. Kedua, solidaritas sosial di era industri yang disebut dengan solidaritas organik. Masyarakat, menurutnya bergerak dari solidaritas mekanik ke organik. Beberapa contoh solidaritas organik perlu kita ketahui di sini.

Contoh solidaritas organik

Proses produksi di pabrik rokok

contoh solidaritas organikKita ambil proses produksi di pabrik rokok sebagai contoh solidaritas organik. Proses produksi berlangsung secara sistematis. Para pekerja melakukan pekerjaan sesuai dengan deskripsi pekerjaannya. Selain itu, spesialisasi sangat mencolok di sini. Ada sekelompok pekerja yang berada di bagian filter kualitas tembakau, ada pekerja yang ngelinting, ada yang packaging, ada bagian pemasaran produk dan seterusnya.

Jika kita bayangkan sebuah masyarakat berupa mereka yang berkerja di pabrik rokok tersebut, maka kita bisa katakan bahwa solidaritas sosial yang terbentuk merupakan solidaritas organik. Artinya, relasi sosial terbentuk berdasarkan hubungan saling ketergantungan, spesialisasi, dan saling melengkapi.

Kelompok filter tembakau tidak akan menghasilkan apa-apa tanpa kelompok kelinting, misalnya. Sebab tanpa dikelinting, tembakau tidak bisa jadi rokok. Begitu pula dengan kelompok lain, seperti pemasaran, packaging, dan sebagainya. Masing masing kelompok bekerja dalam sebuah sistem yang rapi.

Baca juga Sistem Sosial: Definisi dan Contohnya


Manajemen di universitas atau sekolah

Sekarang bayangkan sebuah sekolah atau kampus dimana proses pendidikan berlangsung sehari-hari. Di sekolah, guru dan kepala sekolah memiliki peran dan keahlian masing-masing. Bahkan guru sebagai satu kelompok pun terspesialisasi lagi ke dalam beberapa bagian, seperti guru kelas atau guru mata pelajaran. Dosen di kampus juga demikian.

Di insitusi pendidikan seperti sekolah dan kampus, beberapa orang fokus menggarap aspek teknis dan administrasi seperti bagian IT, kepala jurusan, keuangan, pengembangan SDM, dan sebagainya. Masing-masing bekerja sesuai bidangnya. Hubungan sosial yang terbentuk bersifat organik karena tercipta hubungan saling ketergantungan dan saling melengkapi.

Solidaritas organik tampak ketika misalnya, guru dan murid menjalankan peranannya masing-masing. Murid sebagai anak didik dan guru sebagai pendidik. Bila semua orang di lingkup sekolahan atau kampus kita lihat sebagai masyarakat, maka tampak bahwa relasi dan ikatan sosial mereka bersifat organik.

Baca juga Interaksi Sosial: Pengertian dan Contohnya



Kita selalu bisa memaparkan contoh solidaritas organik di sekitar kita dengan relatif mudah. Industrialisasi telah menciptakan kebutuhan akan spesialisasi. Hal ini karena industrialisasi mensyaratkan pembagian kerja yang spesifik.

Untuk lebih memahami apa itu solidaritas organik, kita perlu menyinggung sedikit tentang saudara kandungnya yaitu solidaritas mekanik. Perlu dicatat juga bahwa solidaritas di sini maksudnya adalah ikatan sosial yang mengikat individu-individu sehingga menjadi satu kesatuan dengan relasi sosial yang khas bernama masyarakat.

Solidaritas mekanik adalah tipe solidaritas sosial pada masyarakat pra-industri. Karakteristik utamanya antara lain; integrasi sosialnya kuat, latar belakang masyarakatnya homogen, ikatan sosial berbasis kesadaran kolektif, belum ada pembagian kerja yang spesifik, dan norma sosial mengikat kuat.

Baca juga Solidaritas Mekanik: Ciri-Ciri dan Contohnya



Memasuki era industri, ikatan dan hubungan sosial masyarakat mengalami transformasi. Karakteristik utamamanya dicirikan sebagai berikut: adanya pembagian kerja yang spesifik, ikatan sosial berupa hubungan kerja profesional, latar belakang masyarakatnya heterogen, integrasi sosial lemah dan kehidupan sosialnya individualistik.

Pada dasarnya, berkembanganya birokrasi, menajerialisme, profesionalisme, urbanisasi dan modernisasi menciptakan perubahan sosial yang signifikan dalam masyarakat. Durkheim mencoba memotret perbedaan mencolok yang tampak antara sebelum dan sesudah industrialisasi terjadi. Hasilnya, muncullah kedua jenis solidaritas sosial yang secara kontras tersebut berbeda .

Baca juga Hubungan Sosial: Pengertian dan Contohnya