Contoh Kerangka Teori dan Cara Membuatnya

Contoh kerangka teori yang akan disampaikan di sini semoga dapat membantu proses penelitian kamu. Kerangka teori sangat lumrah muncul di proposal penelitian. Apalagi penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif. Namun bukan berarti riset kuantitatif tidak bisa menggunakan teori sama sekali.

Kerangka teori merupakan rangkaian penjelasan masalah penelitian berbasis pada penelitian sebelumnya. Rangkaian penjelasan tersebut tak jarang disampaikan dalam bentuk bagan yang eksplisit. Kelebihan dari dipaparkannya kerangka teori dalam bentuk bagan adalah supaya mudah dan sederhana untuk dipahami.

Dalam penelitian sosial, peneliti bisa memilih teori yang dianggapnya relevan terhadap penelitian yang diusulkan. Teori sosial sangat banyak. Tetapi teori muncul tidak dalam ruang hampa, melainkan ada konteks sosial yang mendahuluinya. Oleh karena itu, kerangka teori dalam proposal penelitian selalu bersifat sementara. Pada akhirnya kerangka teori yang diterapkan bisa relevan atau tidak relevan.

Metode Penelitian Sosial

Setelah kamu memahami gambaran singkat mengenai apa itu kerangka teori, tiba saatnya kita membahas melalui contoh. Contoh kerangka teori yang saya paparkan di sini adalah teori populer dalam ilmu sosial. Saya berikan contoh kerangka teori yang semoga kebanyakan pembaca sudah familiar atau paling tidak sudah pernah dengar sebelumnya. Misalnya teori tentang definisi situasi.

Teori definisi situasi mengatakan bahwa ketika orang mendefinisikan situasi yang akan terjadi sebagai sebuah kenyataan, maka konsekuensinya, situasi tersebut akan benar-benar terjadi. Langsung saja saya berikan contoh penelitiannya dan contoh kerangka teorinya.

Contoh kerangka teori

Kamu hidup dalam kondisi krisis yang disebabkan oleh epidemi atau wabah. Ada fakta sosial menarik yang kamu temui sehingga kamu ingin melakukan penelitian tentang itu. Fakta sosial itu adalah kelangkaan masker di saat wabah flu melanda. Padahal masker tidak sulit diproduksi. Namun tanpa masker, orang akan mudah tertular wabah flu.

Mengapa masker langka? Pemberitaan di media menunjukkan sebagian orang menimbun, sebagian orang menahan pasokan distribusinya untuk meraup untung. Selain itu juga sebagian publik membeli dalam jumlah banyak sehingga pasokan di toko langsung ludes. Kamu tertarik pada sebagian orang yang membeli masker terlalu banyak atau panic buying. Mengapa mereka melakukan demikian. Bukankan pada akhirnya orang hanya bisa pakai satu masker di wajahnya?

Untuk menjelaskan rasionalitas orang beli masker dalam jumlah banyak, kamu membuat proposal penelitian dengan kerangka teori definisi situasi. Begitu wabah flu melanda di negeri Panda, sebagian orang mendefinisikan bahwa masker akan langka. Definisi tersebut mendorongnya untuk memborong masker di apotek. Akhirnya, masker benar-benar langka, bukan karena adanya wabah flu, tetapi karena ada sebagain orang yang mendefinisikan bahwa masker akan langka.

Di proposal bagian kerangka teori kamu bisa buat bagannya seperti ini:

Contoh kerangka teori dalam proposal penelitian tentang ‘Panic Buying di Tengah Pandemi’.

Contoh kerangka teori tersebut menunjukkan bahwa asumsinya adalah definisi situasi melahirkan situasi baru yang mengakibatkan situasi yang didefinisikan benar-benar terjadi, yaitu masker langka. Tetapi penyebab masker langka bukan seperti yang diharapkan yaitu meningkatnya permintaan. Melainkan, masker langka karena adanya kepanikan, situasi baru muncul akibat orang mendefinisikan situasi.

Oleh karena itu, teori definisi situasi dianggap relevan untuk menjelaskan problem kelangkaan masker akibat panic buying. Ketika proposalmu disetujui, bisa jadi, teori tersebut benar, tetapi mungkin juga keliru untuk menjelaskan kelangkaan masker. Jadi, kerangka teori hanyalah penjelasan sementara.

Metode Penelitian: Jenis dan Contohnya

Ketika kamu menemukan kenyataan di lapangan, bahwa hanya segelintir saja orang panik yang beli masker dan jumlahnya tidak signifikan sehingga tidak menimbulkan kelangkaan, adanya pabrik yang menimbun, maka teori tersebut tidak bisa menjelaskan. Teori lain yang bisa menjelaskan adalah kriminalitas, misalnya. Atau mungkin teori kelangkaan, tergantung temuan di lapangan.