Cara Membuat Motivation Letter

Cara membuat motivation letter yang diposting di sini didedikasikan untuk kamu yang sedang mencari informasi bagaimana membuat motivation letter untuk studi di luar negeri. Saya pernah menulis tentang contoh motivation letter sebelumnya. Penjelasan tentang cara membuat motivation letter yang saya tulis ini akan berupa penjelasan contoh.

Baca juga: Contoh Motivation Letter


Sebelumnya, perlu diingat bahwa motivation letter ditulis untuk memberitahu panitia seleksi baik masuk universitas atau pun program beasiswa tentang apa yang menjadi motivasi kamu melamar. Dengan demikian, motivation letter menyiratkan informasi yang sifatnya personal berkaitan dengan studi dan hal lain yang berkaitan, seperti karir dan kontribusi keilmuan.

Tidak ada struktur baku tentang susunan motivation letter. Substansi surat lebih penting dari pada kerangka karena apa yang dilihat oleh panitia adalah substansinya. Selama motivation letter yang ditulis berhasil menyampaikan informasi yang dibutuhkan panitia, peluang diterima semakin besar. Style kepenulisan juga tidak terlalu penting selama disampaikan secara ringan, baik dan benar.

Cara membuat motivation letter

Disandarkan pada contoh motivation letter yang bernah saya tulis sebelumnya, beberapa langkah praktis saya uraikan agar pembaca memiliki gambaran tentang bagaimana cara membuat motivation letter yang baik dan benar. Sebelumnya perlu diketahui bahwa beberapa kaidah harus diketahui terlebih dahulu, diantaranya:

Pertama, motivation letter bersifat personal sehingga informasi yang mengungkap tentang ambisi, visi, dan harapan pribadi harus ditulis secara jelas.

Kedua, motivation letter merupakan instrumen untuk menciptakan ”kesan pertama” tentang dirimu pada panitia di institusi yang kamu lamar. Kesan pertama ini selalu penting meskipun dokumen lain dan tahap seleksi lain juga tak kalah penting.

Ketiga, motivation letter ditulis berdasarkan pengetahuan tentang insitusi yang kamu lamar. Artinya, jika motivation letter ini ditujukan untuk mendaftar di universitas, maka ”profil” universitas tersebut perlu diangkat meskipun cuma sekilas. Jika ditulis untuk melamar beasiswa, maka ”profil” institusi pemberi beasiswa juga perlu disinggung.

Keempat, motivation letter merupakan rangkuman perjalanan hidup dan cita-cita dalam versi yang super singkat. Maksudnya di sini adalah motivation letter berisi penjelasan tentang apa yang membuat kamu termotivasi. Alasan ini bisa datang dari masa lalu dan juga cita-cita di masa depan.



Baca juga: Daftar Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Keempat poin di atas perlu diingat sebagai pegangan saja. Selebihnya, pengetahuan tentang cara membuat motivation letter yang dibutuhkan adalah langkah-langkah teknisnya. Untuk bagian penjelasan langkah-langkah teknis kepenulisan, saya akan sertakan lagi capture contoh motivation letter yang pernah saya tulis di postingan lain.

Langkah-langkah praktis membuat motivation letter

Berikut screen capture motivation letter yang pernah saya tulis, dengan tanggal dan kampus tujuan yang disamarkan:

cara membuat motivation letter

Dari contoh di atas, bisa kita susun beberapa langkah yang harus ditempuh sebagai bagian dari cara membuat motivation letter yang baik dan benar, diantaranya:

Satu lembar penuh atau satu setengah lembar biasanya sudah cukup. Pastikan tidak lebih dari dua lembar karena terlalu panjang kecuali jika diminta.

Di bagian atas ditulis insitusi tujuan dan tanggal penulisan dan di bagian paling bawah ditulis nama disertai tanda tangan kamu.

Pada bagian isi, tiap paragraf mengandung informasi yang berisi program studi yang dituju beserta alasannya. Alasan ini bisa diuraikan cukup detail dari latar belakang studi sampai ambisi karir yang ingin dicapai ke depan.

Informasi yang disampaikan tidak harus berurutan, yang penting ada, yaitu meliputi program dan universitas yang dituju, motivasi mendaftar, visi ke depan, karir, kontribusi yang bisa diberikan, dan kesesuaian visi pribadi dengan visi program atau beasiswa yang dilamar.

Baca juga: Sistematika Proposal Penelitian



Bila merujuk pada contoh di atas, maka struktur kepenulisan bisa dibuat sebagai berikut:

Paragraf pertama menjelaskan tentang program studi yang dilamar dan relevansinya dengan cita-cita kamu.

Paragraf kedua tentang background pendidikan yang menunjukkan relevansi dengan rencana studi ke depan.

Paragraf ketiga berisi tentang pengalaman penelitian atau pengalaman kerja yang relevan dengan rencana studi.

Paragraf keempat berisi tentang skill non-akademik yang dimiliki sebagai nilai tambah kemampuan akademik. Pembaca juga bisa mencantumkan prestasi akademik dan non-akademik di sini.

Paragraf kelima menjelaskan tentang proposal penelitian dan mengapa ingin menggarap riset dengan tema tersebut.

Baca juga: Contoh Proposal Penelitian



Paragraf keenam barisi informasi tentang alasan mengapa memilih universitas tujuan. Pembaca mengungkapkan pengetahuannya tentang ”profil” universitas tujuan untuk memberi kesan kepada panitia bahwa kamu serius mencari info tentang tempat impian kamu studi.

Paragraf terakhir menunjukkan tentang keuntungan, kontribusi, atau sumbangsih yang diberikan oleh pelamar bila mendapat kesempatan mengikuti program studi tersebut. Kontribusi bisa kepada program, bisa dalam skala nasional kepada negara, atau global secara lebih luas.

Sekali lagi, tata urutan tiap paragraf tidak harus sama. Pastikan panitia seleksi mendapat informasi yang dibutuhkan tentang diri kamu beserta motivasinya mendaftar. Tulisan sebisa mungkin mengalir dan dapat dipahami dalam sekali baca.

Baca juga Kuliah Jurusan IPS: Daftar Lengkap