Bentuk Perubahan Sosial

Bentuk perubahan sosial ada berbagai macam. Berdasarkan prosesnya, ada yang cepat ada yang lambat. Berdasarkan skalanya ada yang besar ada yang kecil. Berdasarkan penyebabnya ada yang dikehendaki ada yang tidak dikehendaki. Berdasarkan sifatnya, ada yang struktural ada yang prosesual. Berikut ini bentuk-bentuk perubahan sosial:

  1. Evolusi: Bentuk perubahan sosial secara lambat
  2. Revolusi: Bentuk perubahan sosial secara cepat
  3. Bentuk perubahan sosial skala besar
  4. Bentuk perubahan sosial skala kecil
  5. Perubahan sosial yang dikehendaki
  6. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki
  7. Perubahan sosial struktural
  8. Perubahan sosial prosesual

Bentuk perubahan sosial merupakan hasil klasifikasi yang dibuat untuk mempermudah pemahaman.

Baca juga Perubahan Sosial: Contoh dan Faktor Penyebabnya.


Bentuk-bentuk perubahan sosial

  • Evolusi

Mayoritas penduduk yang tinggal di kepulauan nusantara saat ini adalah petani padahal dahulu mereka pelaut atau nelayan. Telah terjadi perubahan sosial melalui proses yang lama dari masyarakat maritim ke masyarakat agraris. Sekarang terjadi perubahan lagi dari agraris ke industrialis akibat industrialisasi. Evolusi mencerminkan bentuk perubahan sosial secara lambat. Seringkali bentuk perubahan ini berlangsung tanpa disadari langsung oleh masyarakat.

  • Revolusi

Penemuan selfie stick membuat foto selfie makin populer. Dahulu orang jarang difoto, sejak penemuan kodak, orang lebih sering di foto. Bahkan, pose orang difoto yang dulu tampak kurang ekspresif, kini terlihat sangat ekspresif. Selfie stick adalah alat pendorong perubahan gaya berfoto yang terjadi secara cepat. Fenomena selfie adalah fenomena baru yang cepat menyebar.

  • Perubahan sosial skala besar

Dibangunnya pabrik-pabrik di perkotaan membuat banyak orang beralih profesi dari petani menjadi pekerja. Industrialisasi menciptakan perubahan sosial berskala besar. Manusia tanah menjadi manusia pabrik, masyarakat agraris menjadi masyarakat industrialis. Orang lapangan jadi orang kantoran.

  • Perubahan sosial skala kecil

Bentuk perubahan sosial skala kecil terjadi namun tidak berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat secara luas. Misalnya, tren potongan rambut mirip Kim Jong Un atau CR7 akhir-akhir ini. Selain potongan rambut, mode pakaian dan desain rumah merupakan contoh perubahan sosial yang berdampak kecil bagi masyarakat secara keseluruhan. Mengikuti tren dan popularitas sesaat adalah bentuk perubahan sosial skala kecil.bentuk perubahan sosial

 

  • Perubahan sosial yang dikehendaki

Mendesain masyarakat supaya mau antri, mau membuang sampah pada tempatnya, malu korupsi, dan menghormati orang yang lebih tua adalah perencanaan yang bertujuan mengubah perilaku orang-orang. Perencanaan tersebut dibuat dalam rangka menciptakan perubahan. Istilah populer untuk menyebut perencanaan ini adalah rekayasa sosial. Dalam rekayasa sosial, output yang ingin dihasilkan sudah jelas. Misal masyarakat yang diskriminatif terhadap perempuan direkayasa supaya kedepan menghargai kesetaraan nilai antara laki-laki dan perempuan.

  • Perubahan sosial yang tidak dikehendaki

Perubahan sosial yang tidak dikehendaki misalnya memberi bantuan langsung tunai oleh calon legislatif yang justru mengakibatkan rakyat malas bekerja. Tujuan utamanya adalah membantu masyarakat secara finansial, namun menerima uang tanpa bekerja justru menciptakan ketergantungan. Rakyat malah ketagihan menengadahkan tangan tanpa mau bekerja. Perubahan menjadi malas bekerja adalah bentuk perubahan yang tak dikehendaki.

  • Perubahan sosial struktural

Bentuk perubahan sosial struktural terjadi pada level organisasional. Misalnya, nasionalisasi perusahaan asing mengakibatkan munculnya konglomerat dadakan asli pribumi. Masyarakat asing yang semula menguasai struktur kepemilikan dan manajerial perusahaan harus angkat kaki diganti oleh orang lokal mantan kelas pekerja.

  • Perubahan sosial prosesual

Bentuk perubahan sosial prosesual terjadi pada level konstitusional atau peraturan tertulis lainnya. Penggunaan KTP elektronik menggantikan KTP konvensional diharapkan menciptakan kemudahan dalam transaksi menggunakan identitas. Namun sayangnya, perubahan terhambat oleh kasus korupsi.