Batik itu Indonesia

batik indonesiaBatik Indonesia, simbol budaya yang telah diakui dunia. Pernahkah Anda dengar tagline berita tentang “Batik Cina Menyerang Indonesia”? Apa yang salah dengan berita itu? Tepat sekali, yang salah adalah penggunaan bahasanya. “Batik Cina” adalah istilah keliru yang sayangnya dianggap oleh masyarakat kita biasa saja. Padahal, bagi pegiat batik atau orang-orang yang paham tentang batik, istilah itu sangat berbahaya karena mengancam keberadaan batik tulis, budaya tak benda asli Indonesia.

Perhatikan produk yang dikatakan orang sebagai “Batik Cina”, maka Anda akan menemukan bahwa produk itu sebenarnya bukan batik, melainkan kain printing. Maka semestinya lebih layak disebut kain printing bermotif batik buatan Cina bukan “Batik Cina”. Bukankah itu hanya soal istilah? Ya, tapi bukan persoalan sepele. Istilah itu adalah serangan psikologis yang secara langsung dirasakan oleh kalangan pembatik tulis.

kios batikBatik tulis merupakan hasil dari proses kreasi yang panjang. Melibatkan banyak tangan-tangan kreatif yang bekerja dengan ketekunan, kesabaran, dan konsentrasi. Membatik tulis sama artinya dengan melukis karya orisinil yang bukan sekadar untuk memperoleh nilai ekstetika semata tetapi juga budaya dan filosofis. Layakkah proses tersebut disamakan dengan printing?

Indonesia dikenal mewarisi batik karena peran batik sebagai warisan budaya tak benda, bukan karena batik sebagai warisan ekonomi yang bersifat materi. Nilai budaya itulah yang menjadi nilai tambah bagi batik sebagai sebuah karya. Namun demikian, batik memang memiliki nilai ekonomi karena laku dijual dipasaran. Tetapi nilai non-ekonomi yang melekat pada batik-lah yang membuat dunia mengakui batik milik Indoensia. Batik itu Indonesia.